Bicara tentang properti komersial maka kita pasti akan menyingung pasar properti rumah pertokoan atau ruko serta pasar rumah perkantoran atau rukan. Bagaimana kondisi pasar properti ruko dan rukan di Indonesia, utamanya di Jakarta saat ini ?
Usai krisis yang melanda sekitar satu decade silam, iklim perekonomian dan bisnis di tanah air sudah kembali bergairah. Semua sector industri sudah bangkit. Sektor properti yang dituduh sebagai pemicu krisis kini sudah kembali berjalan normal. Bukan hanya sudah hidup kembali, industri yang melibatkan banyak kegiatan perekonomian ini malah kini tumbuh menjadi penggerak yang punya kontribusi besar bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia.
Setelah sektor perumahan dan apartemen, dan juga sektor pusat perbelanjaan dan trade center, sub sektor properti lain yang kini tengah naik daun adalah bisnis rukan (rumah kantor) dan ruko (rumah toko). Indikasinya sudah dikenali. Hampir di semua jalan-jalan protokol baik di Jakarta maupun di kota-kota besar lainnya, banyak berdiri ruko dan rukan baru. Selain di tengah perkotaan, salah satu sub-sektor properti ini juga banyak di jumpai diatara bangunan pusat perbelanjaan, pusat perdagangan, dan menjadi fasilitas wajib di setiap kawasan hunian.
Maraknya sub sektor ini bisa menandakan betapa tingginya permintaan akan ruko dan rukan, sekaligus tumbuhnya semangadakt wirausaha dikalangan masyarakat Indonesia saat ini. Hal ini bisa dipahami, mengingat karakter dari ruko dan rukan ini yang mudah dan praktis, ia bisa dibeli atau disewa dengan harga cukup terjangkau. Berbagai jenis usaha juga bisa menempati ruang seluas antara 200 sampai 300 meter persegi. Mulai dari kantor cabang pembantu sebuah bank, outlet laundry, mini market, lembaga pendidikan informal, pusat kebugaran, hingga salon kecantikan.
Disamping mempunyai prospek yang cukup baik, tidak semua ruko dan rukan punya karakter yang sama. Seperti halnya rumusan dasar dalam bisnis properti, lokasi-lokasi-dan lokasi masih menjadi pertimbangan utama ketika seseorang atau perusahaan hendak membuka usaha pada sebuah ruko atau rukan. Lokasi rukan dan ruko yang berada dalam kawasan hunian akan memiliki karakter berbeda dengan yang berlokasi di dalam kompleks pusat perbelanjaan atau pusat perdagangan. Lokasi tidak hanya membedakan karakter usaha, namun yang pasti juga harganya.
Sebagai sub-sektor properti, ruko maupun rukan sesungguhnya punya karakter yang menarik. Selain bisa dijadikan tempat usaha, ia juga bisa dijadikan sebagai instrument investasi.
Sumber: realestat.wordpress.com