Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Realestat Go Green : Perumahan Permata Metropolitan

Wednesday, July 8th, 2009

Tuntutan untuk hidup di lingkungan yang hijau dan asri kian mendesak. Apalagi dengan terus menurunnya kualitas udara yang semakin memburuk akibat dari tingginya polusi udara. Hal ini dapat dipahami mengingat lingkungan yang baik akan menciptakan hunian yang nyaman bagi warganya, dan pada ujungnya akan meningkatkankualitas hudip seseorang. Menyikapi akan hal ini, PT Metropolitan Land menghadirkan hunian yang memperhatikan aspek lingkungan, yaitu Perumahan Permata Metropolitan.

Kendati berada di pusat keramaian kota, Perumahan Permata Metropolitan yang terletak di bilangan Tambun, Bekasi Timur ini berhasil menciptakan harmoni dengan alam, yaitu salah satunya dengan menyediakan ruang taman terbuka dan resapan air hujan disetiap rumah yang mereka bangun.

Upaya Permata Metropolitan untuk menghadirkan hunian yang ramah lingkungan rupanya belum dilakukan sepenuhnya. Untuk pengelolaan sampah atau limbah rumah tangga, mereka baru sebatas membuang ke tempat pembuangan akhir yang disediakan pemda. Meski begitu, kedepannya pengembang akan membangun unit pengelolaan sampah sendiri.

Perhatian pengembang pada konsep alam juga mereka aplikasikan pada setiap unit rumah yang mereka bangun. Sejauh ini pemakaian kayu sebagai material bangunan rumah sudah mulai dikurangi. Sebagai gantinya, mereka menggunakan baja ringan sebagai rangka atap rumah.

Sumber: realestat.wordpress.com

Prospek Bisnis Properti di Lokasi Dekat Bandara

Wednesday, July 8th, 2009

Lokasi didekat bandara sesungguhnya tidak saja bisa dimanfaatklan untuk properti hunian semata. Tetapi sesungguhnya banyak sekali peluang yang bisa ditangkap dari aspek kedekatan lokasi tersebut. Lantas prospek bisnis properti apa saja yang bisa dimanfaatkan ?

Komplek hunian yang berada di lokasi dekat bandara udara harus diakui punya nilai lebih jika dibandingkan dengan yang lain. Karena aspek kedekatan itulah acapkali menjadi gimmic marketing sebuah pengembang perumahan. Hal ini yang coba diangkat oleh pengembang Daan Mogot Baru danPerumahan Kota Modern di Tangerang. Selain aspek lokasi dekat dengan bandara Soekarno-Hatta, variabel lain untuk menarik konsumen membeli rumah disana disediakan fasilitas layaknya perumahan pada umumnya, seperti sekolah, sarana olahraga, hingga pusat perbelanjaan.

Harga dan tipe hunian yang ada relatif beragam. Dari yang tipe rumah terkecil hingga rumah berukuran besar semuanya tersedia dengan harga yang bervariasi. Hal ini sesuai dengan segmen pasar yang mereka bidik, yakni golongan masyarakat kelas mengah dan atas. Mereka itu selain bekerja di bandara atau sebagai crew pesawat, ada juga yang berprofesi sebagai pengusaha dan profesional yang punya mobilitas tinggi, seperti sering bepergian jauh ke luar kota maupun ke luar negeri.

Pengamat properti dari Indoproperty Real Estate, Hary Jap, melihat bahwasanya peluang bisnis properti di lokasi dekat bandara, tidak semata didominasi oleh bisnis perumahan. Menurut Hary, sesungguhnya masih banyak peluang lain yang bisa digarap. Pembangunan pusat pergudangan logistik dan rumah toko (ruko) maupun rumah kantor (rukan) misalnya. Atau proyek properti terpadu yang menunjang aktivitas bandara.

Peluang lain selain perumahan, pengembang Daan Mogot Baru juga melihat menyediakan kebutuhan rukan dan ruko yang sekitar 30-40% nya banyak dipakai sebagai usaha yang berhubungan dengan ekspor-impor produk. Pendekatan strategi yang sama juga dilakukan oleh perumahan Kota Modern. Dari 70 hektar lahan yang masih tersisa, pengembang berencana membangun sejumlah cluster hunian, townhouses, serta shophouses.

Lebih jauh Hary Jap melihat bahwa maraknya pengembang membangun hunian di dekat lokasi bandar, bukanlah tren. Tetapi lebih pada sejauh mana insting si pengembang mampu memanfaatkan lahan yang ada, untuk menunjang kebutuhan yang berhubungan erat dengan aktivitas bisnis di sekitar bandara.

Sumber: realestat.wordpress.com

Hunian Aman Disaat (Mudik) Lebaran

Wednesday, July 8th, 2009

Selama ini keberhasilan sebuah sebuah pengembang atau kawasan realestate hanya diukur dari keberhasilan menjual unit hunian dan komersialnya semata. Semestinya tidak demikian. Banyak variabel yang turut berperan dalam meretas jalan sukses sebagai pengembang bereputasi terhormat. Salah satu variabel itu adalah layanan keamanan dan kenyamanan tinggal di sebuah kawasan realestat. Buat apa konsumen membayar mahal, tapi bila keamanan dan kenyamanan tidak bisa dirasakan. Atas dasar kebutuhan tersebut, maka pengembang membentuk divisi khusus atau menyewa jasa pihak lain yang biasanya dikenal dengan estate management. Lingkup kerja divisi ini cukup luas yakni mencakup penantaan landscape, taman dan jalan, pengangkutan sampah yang dilakukan setiap hari, fogging, hingga keamanan kawasan.

Disaat menjelang Hari Raya Idul Fitri yang sesaat lagi tiba, estate management biasanya bekerja ekstra ketat. Maklum saja, tradisi mudik yang masih kuat mau tidak mau memaksa estate management mengamankan kawasan hunian yang ditinggalkan oleh warganya. Setidaknya inilah yang dilakukan oleh beberapa pengembang seperti Mahogani Residence.

Treatment yang sama juga dilakukan oleh pengembang lainnya. Perumahan Modernland misalnya, sejak jauh hari sudah menyiapkan pengamanan bahkan sejak awal bulan Ramadan. Maklum saja, perumahan terbesar di kota Tangerang ini memiliki wilayah yang sangat luas, yakni 750 hektar termasuk Golf 97 hektar. Jadi bisa dipahami apabila aspek keamanan bagi warga dan wilayahnya begitu diutamakan.

Selain mengamankan kawasan sejah jauh hari, Bogor Nirwana Residence punya kiat tersendiri dalam mengamankan wilayahnya. Tidak hanya di hari Lebaran, pada hari biasapun kawasan yang memiliki luas lahan garapan hingga 1.000 hektar lebih ini juga melibatkan warga sekitar Bogor Nirwana Residence. Paramount Lakes juga menerapkan sistem keamanan yang sama. Kawasan hunian yang terletak di Serpong, Tangerang ini tidak mengesampingkan pengawasan melekat dengan lingkungan sekitar. Semua upaya pengamanan yang dilakukan oleh estate management punya tujuan yang jelas. Yaitu memberi service dan jaminan keamanan. Apabila rasa aman ini sudah tertanam baik, warga pun dapat menjalankan hajat mudik atau liburan panjang dengan tenang.

Pengawasan Melekat 24 Jam

Seiring dengan perubahan jaman, bisa dibilang hampir semua kawasan realestate baru menerapkan sistem cluster. Yakni dalam satu domain hanya terdiri dari beberapa unit rumah dan menerapkan sistem satu pintu. Bagi pemilik rumah maupun pengembang, sistem ini memang sangat menguntungkan terutama dalam memberikan rasa aman dan nyaman. Dan bisanya dalam sebuah cluster pengawasan akan keamanan jauh lebih ketat. Ada patroli keliling secara berkala disamping terpantau selama 24 jam melalui kamera CCTV yang terpasang diberbagai sudut penting.

Bagi pengembang yang belum seluruhnya menerapkan sistem cluster, upaya pengamanan dilakukan jauh lebih ketat. Bahkan tidak menutup kemungkinan berkoordinasi dengan aparat keamanan atau kepolisian resor setempat. Untuk menciptakan keamanan yang stabil memang tidak selamanya gratis. Iuran diantara warga kepada estate management untuk memberi jaminan keamanan tidak terelakkan lagi. Namun khusus pengamanan di Hari Raya Idul Fitri sejumlah pengembang seperti Lippo Cikarang dan Mahogani Residence mengaku tidak memungut iuran lebih dari hari-hari biasanya, alias bagian dari service yang telah dibayarkan oleh warganya setiap bulan.

Sementara di Modernland, aspek keamanan sudah bagian dari service dan estate management tidak melakukan pungutan uang keamanan tambahan. Sedangkan Paramount Lakes untuk jangka waktu tertentu akan menjaga keamanan dan tidak akan membebankan atau melibatkan warga dalam pendanaannya. Dalam urusan keamanan rumah memang idealnya dilakukan dengan melibatkan estate management. Tapi mengandalkan estate management atau aparat keamanan saja tidak cukup. Sebaiknya pengamanan juga dilakukan oleh sang pemilik rumah dengan mengamankan rumahnya, tentunya dengan berkoordinasi juga dengan pihak berwenang, dalam hal ini estate management masing-masing pengembang.

Sumber: realestat.wordpress.com

Wisata di Kota Wisata Cibubur

Wednesday, July 8th, 2009

Sebagai pelopor perumahan dengan konsep hiburan, Kota Wisata Cibubur rupanya dibangun dengan pondasi keseimbangan alam. Artinya segala aspek yang berpengaruh atau mempunyai dampak terhadap lingkungan sekitar oleh pengembang mendapat perhatikan serius. Konsep dasar landscape-nya saja sudah sangat baik, yakni dikelilingi sungai dan hutan.

Salah satu kebijakan pengembang yang cukup tegas mengenai gerakan penghijauan adalah adanya peraturan yang mengatur komposisi lahan atas bangunan. Pembangunan rumah tidak diperbolehkan melebihi 60% dari luas lahan. Dengan begitu sisa lahan yang ada dipergunakan sebagai ruang hijau terbuka sekaligus sebagai areal resapan air hujan. Selain itu, pengembang juga begitu perhatian terhadap pemelihataan tanaman di kawasan Kota Wisata.

Sekalipun buka daerah langganan banjir karena kawasan Cibubur punya ketinggian lebih dibanding daerah di Jakarta, pengembang membangun saluran drainase yang banyak dan berukuran lebar. Pemenuhan kebutuhan air minum warga Kota Wisata sudah lebih baik dari sebelumnya, yakni tidak memanfaatkan air tanah, tetapi menggunakan air dari PDAM sehingga ketersediaan air tanah dapat terjaga dengan baik.

Konsep hijau yang dikembangkan di Kota Wisata ini rupanya mendapat respon baik dari konsumen. Untuk itu pengembang tetap konsisten berjalan di jalur ini, dan konsep hijau ini justru menjadi karakter dan keunggulan dari Kota Wisata.

Sumber: realestat.wordpress.com

Karakter Lokasi Ruko/Rukan Membedakan Jenis Usaha

Monday, March 2nd, 2009

Salah satu nilai penting sebuah ruko dan rukan, selain lokasi tentu fasilitas dan dan lingkungan disekitarnya. Karakter ruko dan rumak didalam lingkungan kawasan perumahan jelas berbeda dengan yang terletak berbarengan dengan pusat perbelanjaan dan perdagangan.

Masuk dalam bursa kerja dan menjadi karyawan sebuah perusahaan ternama, sejauh ini masih banyak diidamkan oleh masyarakat Indonesia. Namun ketatnya persaingan dan sempitnya ketersediaan lapangan kerja membuat sebagian dari mereka memutar haluan bagaimana mereka bisa tetap bertahan hidup dengan cara membuka usaha sendiri atau berwisaswasta. Selain dibutuhkan modal, tempat usaha juga berperan menentukan keberhasilan bisnis seseorang.

Membuka usaha di pakarangan atau dalam lingkungan rumah tentu bukan keputusan bijak. Selain menggangu fungsi utama rumah, tidak semua rumah cocok dijadikan tempat usaha. Salah satu jalan yang layak dipertimbangkan adalah memilih rumah toko (ruko) atau rumah kantor (rukan) sebagai tempat usaha Anda.

Disamping ruko dan rukan di kawasan perumahan Daan Mogot Baru, Jakarta. Pilihan tempat usaha lainnya juga bisa Anda temukan di Grand Wisata Bekasi. Kawasan yang dikembangkan oleh Sinarmas Group ini membangun deretan ruko dan rukan wilayah penting seperti jalan boulevard dan kawasan khusus komersial.

Konsep pembangunan di areal boulevard seluas 1100 hektar, telah dan akan dikembangkan sebanyak 10 district ruko dan rukan dengan 3 tipe ruko seharga mulai Rp 500 jutaan. Sejauh ini sudah ada 169 ruko dan rukan yang beroperasi.

Berbeda di Jakarta dan Bekasi, Tangerang yang kini punya prospek bagus di sektor properti juga menawarkan banyak pilihan tempat usaha macam rukan dan ruko dengan fasilitas dan infrastruktur lengkap, seperti di BSD City.

Tipe Ruko dan rukan di BSD City cukup beragam. Ada yang berada di jalur utama atau boulevard, ada pula yang berada di jalur cluster seperti yang ada di cluster DeLatinos. Untuk menjaga keseimbangan proporsi bangunan komersial dengan hunian, pengembang telah memperhitungkannya dengan baik antara jumlah bangunan ruko dan rukan dengan jumlah penduduk.

Setelah melihat lokasi yang cocok sebagai tempat usaha, Anda tidak perlu terburu-buru memutuskan membeli sebelum melihat kelengkapan fasilitas yang sediakan oleh para pengembang.

Sumber: realestat.wordpress.com