Archive for the ‘rusunami dan rusunawa’ Category

17 Rusuna di Jakarta & Sekitarnya

Sunday, April 12th, 2009

Hasrat pemerintah membanguun 1.000 Tower Rumah Susun Sederhana (Rusuna) disambut hangat oleh sejumlah kalangan. Selain masyarakat, tentunya para pengembang seperti menerima durian runtuh dengan mega proyek ini. Rumah Susun Sederhana yang di-Sewa-kan (Rusunawa) dan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) ini tidak bisa sembarang orang memilikinya. Hanya mereka yang berpendapatan antara Rp 1,5 juta hinga Rp 4,5 juta perbulan semata yang berhak membeli dan menempati Rusuna. Apakah masyarakat berpendapatan segitu mampu membeli hunian yang dibandrol antara Rp 75 juta hingga Rp 144 juta ? Tentu saja diharapkan mampu. Pasalnya pemerintah memberi subsidi khusus bagi warga yang dianggap berpenghasilan pas-pasan.

Secara garis besar, ada 3 kategori subsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat yang ingin tinggal di Rusuna, yaitu :

Gaji di atas Rp 3,5 - 4,5 juta
Bunga 9,5%, subsidi uang muka Rp 5 juta, maksimal membeli unit Rp 144 juta

Gaji di atas Rp 2,5 - 3,5 juta
Bunga 8,5%, subsidi uang muka Rp 6 juta, maksimal membeli unit Rp 110 juta

Gaji di atas Rp 1,5 - 2,5 juta
Bunga 7%, subsidi uang muka Rp 7 juta, maksimal membeli unit Rp

Dan berikut ini adalah jajaran 17 Rusuna yang tersebar di kota Jakarta dan sekitarnya :

1. Bandar Kemayoran

Lokasi : Kemayoran
Pengembang : DP3KK dan Perum Perumnas
Luas Tanah : 1,9 hektar
Jumlah Tower : 3 (1.080 unit)

2. City park

Lokasi : Cengkareng
Pengembang : Perum Perumnas dan PT Reka Rumanda Agung Abadi
Luas Tanah : 3,7 hektar
Jumlah Tower : 10 (3.146 unit)

3. Crown Executive Apartment

Lokasi : Daan Mogot Km. 14
Pengembang : PT Crown Porcelain
Luas Tanah : 3,02 hektar
Jumlah Tower : 8 (3.250 unit)

4. Kota Modern

Lokasi : Modernland, Tangerang
Pengembang : PT Modernland Realty Tbk.
Luas Tanah : 1,7 hektar
Jumlah Tower : 3 (1.188 unit)

5. Menara Kebon Jeruk

Lokasi : Kebon Jeruk
Pengembang : PT Anggana Development
Luas Tanah : 0,47 hektar
Jumlah Tower : 1 (682 unit)

6. Gateway

Lokasi : Cileduk
Pengembang : PT Binakarya Jaya Abadi
Luas Tanah : 0,74 hektar
Jumlah Tower : 1 (1.000 unit)

7. Bintaro

Lokasi : Bintaro
Pengembang : PT Graha Rahyan Tri Putra
Luas Tanah : 12 hektar
Jumlah Tower : 5

8. Kebagusan City

Lokasi : Kebagusan
Pengembang : PT Perdana Gapuraprima
Luas Tanah : 10 hektar
Jumlah Tower : 5 (1.918 unit)

9. Cibubur

Lokasi : Cibubur
Pengembang : PT Rajawali Core Indonesia
Luas Tanah : 0,46 hektar
Jumlah Tower : 4

10. Cipayung

Lokasi : Cipayung
Pengembang : PT Bina Kualita Teknik
Luas Tanah : 6,8 hektar
Jumlah Tower : 1

11. Menara Cawang

Lokasi : Cawang
Pengembang : PT Cawang Housing Development
Luas Tanah : 0,5 hektar
Jumlah Tower : 1 (714 unit)

12. Kalimalang

Lokasi : Kalimalang, Bekasi
Pengembang : PT Mitra Safir Sejahtera
Luas Tanah : 0,5 hektar
Jumlah Tower : 3 (1.008 unit)

13. Prima Regency

Lokasi : Pulogebang
Pengembang : KSU Perum Perumnas dan PT Primaland
Luas Tanah : 0,4 hektar
Jumlah Tower : 1 (390 unit)

14. Cakung

Lokasi : Penggilingan, Cakung
Pengembang : PT Nusuno Karya
Luas Tanah : 1,1 hektar
Jumlah Tower : 3 (444 unit)

15. Gading Nias Residence

Lokasi : Kelapa Gading
Pengembang : PT Tiara Metropolitan Jaya (Agung Podomoro Group)
Luas Tanah : 4 hektar
Jumlah Tower : 14 (6.097 unit)

16. Sentra Timur Residence

Lokasi : Pulogebang
Pengembang : PT Bakrieland Development Tbk. dan Perum Perumnas
Luas Tanah : 2,8 hektar
Jumlah Tower : 11 (4.500 unit)

17. Daan Mogot

Lokasi : Daan Mogot Km. 14
Pengembang : PT Inten Cipta Sejati
Luas Tanah : 3,9 hektar
Jumlah Tower : 3 (2.836 unit)

Sumber: realestat.wordpress.com

Apartemen Murah Milik Siapa?

Sunday, April 12th, 2009

Upaya pemerintah untuk menyediakan Rumah Susun Sederhana, atau yang biasa dikenal dengan Rusuna bagi masyarakat, tidaklah main-main. Pembangunan hunian vertikal bersubsidi ini diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat urban untuk tinggal di rumah susun. Sudah sejauh mana program ini dilaksanakan oleh para pengembang ? Lalu apakah subsidi ini jatuh pada orang yang tepat ?

Program 1.000 Tower Rumah Susun Sederhana yang dicanangkan oleh pemerintah sudah setahun lebih berlangsung. Dalam kurun waktu tersebut, menarik bila dilihat sudah sejauh mana perkembangannya. Apakah pembangunannya sudah sesuai dengan target atau molor karena terkendala oleh satu dan lain hal. Karena bagaimanapun juga kebutuhan masyarakat akan hunian sederhana layak huni, khususnya diperkotaan besar, tidak bisa ditunda-tunda lagi.

Pengamat properti Ali Tranghanda melihat target program pemerintah ini masih jauh. Namun demikian, perkembangannya boleh dibilang cukup memuaskan. Setidaknya menurut catatannya, hingga kini sudah ada sekitar 42 ribu unit hunian Rumah Susun Sederhana (Rusuna) masih dalam tahap pembangunan. Atau ada sekitar 50 hektar tanah serta ada 15 proyek Rusuna dalam pembangunan. Sekalipun demikian, Ali menilai proyek raksasa ini tidak mempunyai cetak biru yang jelas.

Dilain pihak, bagi sebagian pengembang, proyek rusuna ini tidak mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Disatu pihak Kementerian Negara Perumahan Rakyat telah menyatakan dukungannya, namun dilain pihak ada departemen atau institusi terkait yang lambat merespon jalannya proyek rusuna. Akibatnya, ada proyek rusuna yang sempat terhenti karena lambatnya birokrasi pemerintah.

Disamping masalah birokrasi, sosialisasi dan edukasi pemerintah kepada masyarakat akan proyek ini tampaknya belum optimal. Dari beberapa survey yang dilakukan oleh sebuah lembaga riset, menyatakan bahwa sebagain besar masyarakat masih lebih memilih tinggal di landed house dari pada di hunian vertikal.

Tetapi yang menarik, sekalipun sebagain masyarakat belum siap tinggal di apartemen, sebagain besar unit rusuna menurut pengakuan para pengembang direspon baik oleh masyarakat. Setidaknya kendati belum selesai proyek dibangun, unit hunian sudah terjual diatas 50% dari kapasitas yang tersedia.

Besarnya animo masyarakat akan hunain rusuna menimbulkan kekhawatiran, bahwa apartemen yang disubsidi oleh pemerintah ini jatuh pada orang yang salah. Artinya, justru masyarakat yang tergolong mampu yang mendapatkan subsidi, sementara golongan masyarakat berpenghasilan rendah malah tidak kebagian rusuna.

Pembangunan rusunami adalah solusi penyediaan tempat tinggal bagi warga di kota besar seperti Jakarta, yang kini lahannya makin terbatas. Selain itu, dengan rusunami diharapkan 50-60% persoalan kota bisa terselesaikan. Mulai dari transportasi, banjir, hingga lingkungan hidup. Karena itu, untuk mencapai target pembangunan 1.000 Tower Rumah Susun Sederhana dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak serta instansi terkait.

Sumber: realestat.wordpress.com