Archive for the ‘Landed House’ Category

Rumah Hijau di Summarecon Serpong & Bogor Park Residence

Saturday, April 18th, 2009

Seiring dengan menggemanya wacana pemanasan global, konsep Green Realestat sudah menjadi keniscayaan bagi penggembang yang ingin tetap survive di kancah industri properti. Apalagi kesadaran masyarakat akan hunian yang ramah lingkungan terus meningkat. Bagaimana para pengembang menyikapi hal ini ?

Kehadiran hunian yang berwawasan lingkungan saat ini sudah merupakan kebutuhan dan tuntutan pasar, terutama bagi mereka dari golongan kelas sosial menengah – keatas. Kesadaran lapisan masyarakat ini akan perumahan jenis ini bisa dipahami, sebab disamping penghasilan atau kekayaan mereka memadahi, biasanya juga ditunjang dengan pengetahuan akan pentingnya sebuah rumah dan kawasan yang ramah terhadap lingkungan.

Tuntutan dan kebutuhan masyarakat ini direspon dengan baik oleh sejumlah pengembang yang mempunyai visi pembangunan berkelanjutan pada proyek-proyek perumahan yang mereka kembangkan. Diantara banyak pengembang, ada dua komplek perumahan yang menarik untuk dilihat, yaitu Summarecon Serpong dan Bogor Park Residence.

Sesuai dengan taq line-nya “Better Living, Better Future”, Summarecon Serpong konsisten pada jalur pengembang perumahan dengan konsep pro lingkungan Pondok Hijau Golf merupakan satu kawasan perumahan yang menerapkan site plan green realestate.

Komitmen yang sama pada lingkungan juga menjadi motivasi perumahan Bogor Park Residence. Dengan anugerah alam wilayah Bogor yang mempesona, pengembang ingin mempertahankan kelestarian alam yang ada dengan manusia sebagai pelestarinya. Untuk mendekatkan dengan alam, fasilitas yang mereka bangun lebih condong berkonsep outdoor.

Menempati lokasi yang strategis, yaitu berada di ruas jalan Raya Serpong, Summarecon Serpong, juga melihat pentingnya pengolahan limbah rumah tangga sebagai solusi dalam menjaga keseimbangan alam disekitarnya. Disamping melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, pengembang juga memperhatikan proses daur ulang sampah yang hasilnya dapat dimanfaatkan bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

Untuk menjaga kesegaran alami lingkungannya, Bogor Park Residence berusaha menjaga keseimbangan alam dengan memperhatikan komposisi luas areal untuk bangunan seluas 50%, dan separohnya lagi untuk ruang hijau terbuka.

Konsep hunian eco friendly yang ada selama ini hanya dikesankan sebatas penanaman sejumlah pohon semata agar tampak rindang. Namun sesungguhnya tidak demikian. Pengembang juga perlu mengupayakan terobosan-terobosan besar dalam mensiasati penggunaan energi yang berlebihan.

Prinsip-prinsip yang memerhatikan lingkungan sebenarnya sudah tidak lagi bertentangan dengan prinsip-prinsip bisnis normal. Jadi sustainable bukan lagi menjadi beban dalam kegiatan usaha, tetapi sudah menjadi salah satu unsur yang menyumbangkan laba.

Konsep Hunian Berlandaskan Syariah

Saturday, April 18th, 2009

Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia termasuk negara yang sangat sedikit menyerap budaya dan tradisi Islam dalam konsep sebuah kawasan hunian. Apa yang melatar belakangi hal ini ? Dan bagaimana sesungguhnya kawasan hunian yang dibangun berlandaskan sistem syariah ?

Kehidupan modern, kesibukan, dan rutinitas sering kali membuat orang abai dan lalai pada nilai-nilai agama. Padahal nilai-nilai agama menjadi penting, karena ia bukan saja sebagai pegangan hidup, tetapi manusia pada hakekatnya tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai spiritual. Karena itu tidaklah mengherankan apabila sekarang mudah dijumpai kecenderungan masyarakat modern ingin kembali pada kehidupan agamais yang sebelumnya dikesampingkan. Salah satu cara untuk mengembalikan dan menghadirkan kembali hal itu bisa dilakukan lewat komunitas di kawasan hunian.

Konsep lingkungan tempat tinggal yang Islami atau berlandaskan syariah Islam adalah jawabannya. Dalam industri kawasan hunian, perumahan yang mengedepankan nilai-nilai religi semula dipandang sebelah mata, karena tidak semua developer perumahan jeli melihat peluang ini. Namun apabila dilihat dalam perspektif bisnis dan pasar, dengan jumlah penduduk umat muslim terbesar di dunia, pengembangan hunian berlandaskan syariah Islam punya potensi yang luar biasa besar.

Dan memang benar, konsep hunian bernuansa Islami tumbuh dan berkembang pesat. Dibilang ini sebagai tren baru di industri realestat, ternyata tidak juga. Fenomena penggunaan label syariah Islam untuk properti sudah ada sejak tahun 1995. Antara lain Griya Islami (yang kini bernama Griya Citra Permai) dan Villa Ilhami di Tangerang, Telaga Sakinah di kota Bekasi. Berikutnya, muncul Bukit Sakinah, Perumahan Muslim Ar-Royan – Depok, Puri Insani, Cimanggis Green Residence, The Orchid serta masih banyak lagi.

Konsep lingkungan tempat tinggal yang Islami sesungguhnya tidaklah sulit. Secara sederhana, konsep perumahan berlandaskan syariah Islam merupakan sebuah hunian yang didesain secara Islami, baik arsitekturnya maupun lingkungan kehidupannya. Di dalamnya terdapat simbol-simbol keislaman sekaligus tata pergaulan dan kehidupan yang Islami. Hal ini yang tengah dikembangkan oleh perumahan Cimanggis Green Residence.

Selain Cimanggis Green Residence yang dikembangkan oleh Relife Green Development, The Orchid Realty punya pandangan senada. Dimana lingkungan perumahan yang baik punya peranan penting dan biasanya menjadi pertimbangan konsumen sebelum memutuskan membeli rumah.

Selain konsep, aspek lain yang perlu diperhatikan dan membedakan sebuah hunian berfondasi syariah Islam dengan perumahan konvensional pada umumnya, adalah manajemen dan struktur perusahaan yang melibatkan dewan pengawas dan penasihat syariah. Juga yang tidak kalah penting, adanya budaya yang senantiasa menterjemahkan nilai-nilai Islam dalam tata kelola perusahaan pengembang.

Sumber: realestat.wordpress.com

Fasilitas Hunian Berlandaskan Syariah

Saturday, April 18th, 2009

Terus berkembangnya kawasan hunian berkonsep nuansa islami, jangan sampai menjual kulitnya saja. Artinya, kawasan hunian tersebut harus juga melakukan beberapa hal agar hubungan antara penghuni dan Sang Khalik, serta antara penghuni dan tetangganya bisa sama-sama dilakukan. The Orchid misalnya, perumahan yang berlokasi di Depok, Jawa Barat ini tangah mengembangkan tidak kurang dari 500 unit rumah. Tahun depan, mereka mentargetkan pembangunan rumah hingga 1.000 unit rumah

Adapun fasilitas yang dikembangkan sangat memanjakan warga The Orchid yang ingin mendekatkan diri dengan Sang Khalik seperti Masjid dan Mushala yang didalamnya bukan sekedar tempat beribadah, tetapi juga sebagi media interaksi sosial. Selain tempat ibada, pengembang juga menyediakan fasilitas ruang serba guna, kolam renang yang memenuhi prinsip syariah, hingga fasilitas akses internet di setiap rumah.

Tipe hunian yang ditawarkan juga beragam sebagaimana umumnya perumahan yang dibangun secara konvensional. Prinsip pemasaran seperti segmentasi pasar juga mereka perhatikan. Ada hunian untuk masyarakat kelas menengah – bawah dengan tipe rumah berukuran kecil dan sedang. Ada pula rumah-rumah dengan tipe ukuran besar.

Strategi pemasaran yang dilancarkan oleh The Orchid juga memperhatikan prinsip manajemen modern. Misalnya pengembang memposisikan diri sebagai developer pertama yang mendasarkan pada prinsip-prinsip syariah. Tidak ketinggalan, pengembang juga sangat atraktif menggalang kerjasama dengan istitusi pendidikan atau dengan lembaga-lembaga Islam agar mengokohkan branding The Orchid sebagai perumahan dengan sistem syariah Islam.

Strategi bisnis yang senada juga digulirkan oleh perumahan Cimanggis Green Residence. Mereka sangat fokus dalam memilih segmentasi pasar kaum muslim, dan keluarga muda muslim.

Fasilitas yang dikembangkan, selain masjid, ada juga kolam renang yang memisahkan pengguna perempuan dan laki-laki, dan tidak ketinggalan juga menyediakan fasilitas pendidikan Islam.

Tipe-tipe rumah yang dikembangkan Cimanggis Green Residence juga sangat beragam mulai dari tipe hunian berukuran kecil, sedang, dan besar. Harga yang ditawarkan berkisar dari Rp180 jutaan hingga Rp 450 jutaan.

Sekalipun konsep hunian dengan fondasi syariah menjadi tema utama, namun yang tidak kalah penting dari itu semua adalah bagaimana lingkungan perumahan harus ramah lingkungan dan terbuka pada warga sekitarnya.

Sumber: realestat.wordpress.com

Tren Perumahan 2009

Friday, April 17th, 2009

Dalam setiap pergantian tahun hampir semua orang membicarakan tren apa yang bakal menonjol pada tahun mendatang. Tidak terkecuali di dunia properti. Design rumah baik itu interior maupun eksterior, diakui oleh para pengembang properti, mempunyai peranan vital dalam menentukan laku tidaknya sebuah hunian. Karena itu seiring dengan pergantian tahun, para pengembang berlomba-lomba menciptakan inovasi dan terobosan dalam hal design rumah.

Berdasarkan liputan dan pengamatan REALESTAT ke sejumlah pengembang, tren hunian di tahun 2009 agaknya masih belum beranjak jauh dari tren di tahun sebelumnya. Dengan kata lain, design rumah simplicity atau modern minimalis dan modern tropis dengan ukuran rumah kecil dan sedang masih bakal mendominasi hampir semua perumahan di tanah air.

Memprediksi apa yang bakal terjadi pada tren hunian di tahun 2009 memang tidak mudah, banyak sekali aspek yang mempengaruhi perkembangan kecenderungan hunian yang diminati oleh konsumen. Dalam hal ini, selera konsumen yang akan menjadi trigger kemana arah desian sebuah hunian, bukan dari pengembang. Namun secara keseluruhan, design rumah model modern minimalis masih tetap dominan di tahun 2009 nanti, meski rumah model etnik dan neo-klasik masih ada peminatnya, khususnya untuk hunian berukuran besar.

Dari aspek gaya design interior yang simple dan ringkas pada hunian tipe kecil dan sedang begitu digemari oleh masyarakat perkotaan, khususnya dari kalangan pasangan muda yang bekerja, mapan, dan berpendidikan. Mengenai warna rumah, di tahun 2009 nanti akan lebih kaya akan warna dan lebih berani. Kecenderungan ini sudah dimulai pada paruh kedua tahun 2008 pada rumah berukuran kecil dan sedang.

Di Indonesia, gaya modern minimalis sesungguhnya mulai marak pada 1990-an ketika banyak profesional muda pulang dari sekolah di luar negeri. Tapi, pengertian minimalis di Indonesia sendiri sudah bergeser dan cenderung salah kaprah. Di sini, minimalis cenderung sekadar menjadi fashion atau tren gaya hidup. Kedepan, tren minimalis akan mengalami pergeseran pada konsep hunian yang ramah lingkungan. Sebab perhatian konsumen maupun pengembang terhadap aspek lingkungan jauh lebih penting ketika bumi semakin memanas, atau yang biasa dikenal dengan istilah global warming.

Kesadaran akan pentingnya aspek lingkungan terhadap kehidupan manusia juga pahami oleh sejumlah pengembang. Mereka berupaya dalam setiap langkah pembangunannya, selalu memperhatikan lingkungan. Pengembang melihat tekanan alam terhadap wilayah perkotaan khususnya, begitu besar. Selain itu, ada semacam kemudahan dan keringanan yang diberikan oleh perbankan, yaitu berupa tingkat suku bunga KPR yang lebih ringan kepada hunian yang memenuhi standar ramah lingkungan.

Sumber: realestat.wordpress.com

Kota Wisata Cibubur

Thursday, April 16th, 2009

Sebagai pelopor perumahan dengan konsep hiburan, Kota Wisata Cibubur rupanya dibangun dengan pondasi keseimbangan alam. Artinya segala aspek yang berpengaruh atau mempunyai dampak terhadap lingkungan sekitar oleh pengembang mendapat perhatikan serius. Konsep dasar landscape-nya saja sudah sangat baik, yakni dikelilingi sungai dan hutan.

Salah satu kebijakan pengembang yang cukup tegas mengenai gerakan penghijauan adalah adanya peraturan yang mengatur komposisi lahan atas bangunan. Pembangunan rumah tidak diperbolehkan melebihi 60% dari luas lahan. Dengan begitu sisa lahan yang ada dipergunakan sebagai ruang hijau terbuka sekaligus sebagai areal resapan air hujan. Selain itu, pengembang juga begitu perhatian terhadap pemelihataan tanaman di kawasan Kota Wisata.

Sekalipun buka daerah langganan banjir karena kawasan Cibubur punya ketinggian lebih dibanding daerah di Jakarta, pengembang membangun saluran drainase yang banyak dan berukuran lebar. Pemenuhan kebutuhan air minum warga Kota Wisata sudah lebih baik dari sebelumnya, yakni tidak memanfaatkan air tanah, tetapi menggunakan air dari PDAM sehingga ketersediaan air tanah dapat terjaga dengan baik.

Konsep hijau yang dikembangkan di Kota Wisata ini rupanya mendapat respon baik dari konsumen. Untuk itu pengembang tetap konsisten berjalan di jalur ini, dan konsep hijau ini justru menjadi karakter dan keunggulan dari Kota Wisata.

Sumber: realestat.wordpress.com

Realestat Go Green : Sentul City

Thursday, April 16th, 2009

Pada dasarnya, wilayah Sentul merupakan wilayah yang sudah memiliki kontur dan kondisi alam yang asri. Perumahan ini bahkan memiliki view langsung Gunung Pancar yang indah dan megah. Keindahan alam ini didukung juga oleh upaya pengembang untuk memperluas area penghijauan. Area hijau yang terhampar luas di Sentul City memadukan berbagai jenis pepohonan, mulai dari pohon tanjung hingga pepohonan berjenis pinus. Pohon-pohon yang menutupi lebih dari separuh area perumahan ini, difungsikan sebagai teduhan dan juga untuk resapan air tanah.

Selain upaya penghijauan, pengembang juga membuat danau-danau yang luas sebagai upaya untuk menciptakan wadah resapan air di kawasan hunian ini. Dengan demikian, air hujan tidak tersalurkan langsung melalui sungai ke pantai, tetapi dikembalikan ke dalam bumi. Upaya ini agar tercipta keseimbangan ekosistem di area lingkungan kompleks perumahan.

Terkait dengan pengelolaan sistem pengairan di areal perumahan, pengembang memiliki system pengolahan air bersih secara mandiri yang diistilahkan dengan nama Water Treatment Plant. Sistem ini melakukan pengolahan air secara langsung dari Sungai Citeureup untuk dijadikan sebagai sumber cadangan atas kebutuhan air bersih warganya.

Dalam membangun konsep hijau di area perumahan Sentul City, pengembang melakukan kerja sama yang sinergis dengan melibatkan para penghuni dan warga masyarakat sekitar Sentul City. Salah satu wujud dari keterlibatan warga tersebut yakni melalui program penanaman 18.000 pohon di suatu areal yang rencanannya akan menjadi kawasan hutan untuk mencegah erosi.

Selain itu, Pengembang juga memberikan berbagai fasilitas yang bertujuan untuk mendekatkan warga penghuni dengan alam, yakni melalui fasilitas Sentul Wonderland Outbound Kids dan Ekowisata Sentul City. Sentul Wonderland Outbound Kids merupakan fasilitas rekreasi anak yang ditujukan untuk mendekatkan anak-anak dengan permainan-permainan alam, sedangkan Ekowisata Sentul City menjadi fasilitas bagi orang dewasa untuk menikmati keindahan alam Gunung Pancar.

Sumber: realestat.wordpress.com

The Kew Garden Residence

Thursday, April 16th, 2009

The Kew Garden Residence

Tuntutan untuk hidup di lingkungan yang hijau dan asri kian mendesak. Apalagi dengan terus menurunnya kualitas udara yang semakin memburuk akibat dari tingginya polusi udara. Hal ini dapat dipahami mengingat lingkungan yang baik akan menciptakan hunian yang nyaman bagi warganya, dan pada ujungnya akan meningkatkankualitas hudip seseorang. Menyikapi akan hal ini, PT Summarecon Agung Tbk. menghadirkan hunian yang memperhatikan aspek lingkungan, yaitu The Kew Garden Residence.

Kendati berada di pusat keramaian kota, The Kew yang terletak di Kelapa Gading ini berhasil menciptakan harmoni dengan alam, yaitu salah satunya dengan menyediakan ruang taman terbuka disetiap rumah yang mereka bangun. Tama dibelakang rumah ini terkoneksi dengan Club House melalui jalur pedestrian walk yang bisa anda gunakan untuk jogging, jalan santai, bahkan untuk bersantai sambil menikmati lingkungan yang asri.

Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan setempat, developer bekerjasama dengan Yayasan Budha Tze Chi Indonesia membangun satu instalasi pengolahan limbah rumah tangga. Hasil dari daur ulang sampah tersebut tidak lain untuk kepentingan masyarakat kurang mampu.

Disamping mendaur ulang sampah rumah tangga. Pengembang bersama warga Kelapa Gading dengan penuh kesadaran membuat bio pori pada areal terbuka hijau di taman perumahan maupun di lingkungan rumah masing-masing warga. Tujuannya adalah untuk meresapkan kembali air hujan ke dalam tanah, atau tidak mengalirkan air hujan langsung ke sungai.

Sumber: realestat.wordpress.com