JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar ritel di Jakarta dan sekitarnya akan makin bergairah pada tahun-tahun mendatang. Managing Director Procon, Hendra Hartono mengungkapkan hal ini kepada pers, Rabu (11/11) di Jakarta. Hal senada disampaikan Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia F Teguh Satria.
Menurut Hendra, pertambahan permintaan moderat dan tingginya tingkat kompetisi pusat perbelanjaan telah menjadikan stabilnya harga sewa pada kuartal ketiga tahun 2009.
Penambahan pasokan baru berupa dua pusat perbelanjaan seluas 120.000 meter persegi, yaitu Central Park Podomoro City di Jakarta Barat dan Pasar Grosir Senen Jaya di Jakarta Pusat, menambah total pasokan kumulatif 3,45 juta meter persegi.
Pasokan terbesar dari ruang sewa ritel terkonsentrasi di lokasi CBD dan Jakarta Utara masing-masing 734.000 m2 dan 766.480 m2 atau mewakili sekitar 21 persen-22 persen untuk keseluruhan total pasokan. Pusat perbelanjaan khusus sewa menampati porsi terbesar dari total pasokan yaitu 60 persen dengan sisa pasokan ruang ritel di pusat perbelanjaan strata title. Satu proyek baru akan selesai pada akhir tahun 2009, berasal dari Rasuna Epicentrum (Epi-Walk) di area CBD.
Menurut Hendra, selama periode Juli-Oktober 2009, total pasokan sewa ruang ritel didominasi pemain ritel Food and Beverage (F & B) lama dan baru, sementara beberapa penyewa utama mengambil ruang ritel pusat perbelanjaan yang baru beroperasi.
Hasil riset Procon, secara keseluruhan proyek ritel menawarkan harga sewa dalam rupiah. Estimasi transaksi harga sewa kotor pasar ritel relatif tidak berubah dibandingkan dengan kuartal baru, mencapai Rp 590.000/meter persegi/bulan di Jakarta.
Analis Procon Utami Prastiana menambahkan, pasokan baru yang cukup besar akan tersedia sebanyak 525.000 meter persegi selama tahun kuartal IV tahun 2009 hingga tahun 2011. Dari jumlah itu, 44 persen di antaranya akan selesai pada tahun 2010. Pembangunan berupa mix-use akan mendominasi pasar ritel untuk periode 2010-2011 berasal dari Gandaria City, Kota Kasablanka, Kuningan City, dan Ciputra World.
Ketua Umum REI Teguh Satria mengingatkan, persaingan pusat perbelanjaan akan semakin ketat. “Mal sekarang bukan lagi sekadar pusat perbelanjaan, tapi sudah bagian dari gaya hidup. Karena itu pengelola mal harus membuat konsep berbeda satu sama lain untuk memikat pengunjung,” kata Teguh.
Sumber: www.kompas.com