Archive for November, 2009

Apartemen Bersubsidi Juga Bidik Mahasiswa

Sunday, November 15th, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan apartemen bersubsidi di kawasan Depok, Jabar, membidik kalangan mahasiswa, masyarakat umum dan para pegawai negeri sipil (PNS) di wilayah itu.

“Hunian murah itu, akan dikhususkan bagi mahasisa dan warga Depok, sekarang sedang dibangun dan akan rampung pada awal tahun 2011,” kata Direktur Marketing, Very Sugih, didamping Dirut PT Cempaka Bersamamaju, Teddy Budianto, di lokasi pameran REI Expo 2009, Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan, apartemen bersubsidi itu dibangun dalam kawasan apartemen mewah di atas lahan 4.000 meter dan merupakan pengembangan tahap kedua setelah bangunan apartemen pertama yang diresmikan tahun 2006.

Hunian program pemerintah itu sengaja dibangun dalam kawasan elit, dengan tujuan agar penghuninya bisa merasakan hidup bersama kalangan menengah ke atas. Selama ini, ada pemisah antara kehidupan dan tempat tinggal masyarakat menengah ke atas dengan warga biasa, namun setelah keberadaan apartemen subsidi itu, mudah-mudahan bisa mempersatukan rasa nyaman kalangan orang berada dan warga kecil bisa membaur.

Dia menjelaskan, pembanguan tahap dua apartemen di kawasan strategis pinggir Jalan Raya Warung Jati, Jakarta selatan itu, sekarang sudah terjual sekitar 25 unit dari 382 kamar yang akan disediakan.

Harga jual pada pameran REI Expo ini berkisar antara Rp90 juta sampai 139 juta, sesuai tipe yang disediakan, sedangkan investasi pembangunan apartemen subsidi itu sekitar Rp150 miliar.

Pembangunan tahap kedua ini, pihaknya akan membuat seribu kamar apartemen dari berbagai tipe, 382 unit di antaranya adalah bersubsidi, dengan 19 lantai. Di lokasi yang sama sebelumnya sudah dibangun sebanyak 870 kamar dalam sepuluh lantai, dengan harga rata-rata di atas Rp130 juta, dari jumlah itu sekarang tinggal sepuluh kamar lagi yang belum terjual.

Peminat hunian apartemen di kawasan Depok itu sebagian besar adalah pengusaha kos, PNS dan mahasiswa. Namun, khusus bagi pembangunan apartemen bersubsidi, sekarang ini sasarannya adalah mahasiswa dan masyarakat Depok kalangan menengah ke bawah.

Sumber: www.kompas.com

Ribuan Apartemen Bersubsidi Dibangun di Depok

Sunday, November 15th, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com - Develover Margonda Residence, anak perusahaan PT Cempaka Bersamamaju (CB) sedang membangun 3.582 unit apartemen bersubsidi guna memenuhi kebutuhan rumah masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah.

Apartemen bersubsidi sebanyak itu akan dibangun di wilayah Depok, Jawa Barat dan di Jakarta Barat, ungkap Direktur Utama PT Cempaka Bersamamaju Teddy Budianto di lokasi pameran REI Expo 2009 di JCC Senayan Jakarta, Rabu (6/5).

Dia mengatakan, pihaknya tidak hanya membangun rumah apartemen bersubsidi saja, tapi juga hunian apartemen mewah yang sesuai dengan selera konsumen . Sekitar 500 unit apartemen mewah sedang dibangun PT CB. PT CB sedang membangun apartemen di wilayah Depok, Jawa Barat, Daan Mogot, Jakarta Barat dan di kawasan Jakarta Selatan, dengan nilai investasi seluruhnya di atas Rp 500 miliar.

Pembangunan apartemen bersubsidi strata title di daerah Daan Mogot, Grogol, menurut dia, dijadwalkan rampung pada akhir 2009 dan sejauh ini sudah terjual sekitar 80 persen. Dijelaskannya, pembangunan apartemen di kawasan Jakarta Barat untuk hunian bersubsidi sebanyak 3.200 unit dan non-subsidi sebanyak 1.500 unit.

Selain itu, pihaknya juga sedang membangun 500 unit apartemen di Jakarta selatan, seluruhnya non-subsidi dengan kisaran harga antara Rp 350 juta sampai Rp 450 juta tergantung tipenya. Khusus di kawasan Depok, Jawa Barat, kata Teddy menambahkan, pihaknya akan membangun seribu unit, sebanyak 382 unit di antaranya adalah apartemen bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyrakat kelas menengah ke bawah.

Sumber: www.kompas.com

Pasar Ritel di Jakarta Makin Bergairah

Sunday, November 15th, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar ritel di Jakarta dan sekitarnya akan makin bergairah pada tahun-tahun mendatang.  Managing Director Procon, Hendra Hartono mengungkapkan hal ini kepada pers, Rabu (11/11) di Jakarta. Hal senada disampaikan Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia F Teguh Satria.

Menurut Hendra, pertambahan permintaan moderat dan tingginya tingkat kompetisi pusat perbelanjaan telah menjadikan stabilnya harga sewa pada kuartal ketiga tahun 2009.

Penambahan pasokan baru berupa dua pusat perbelanjaan seluas 120.000 meter persegi, yaitu Central Park Podomoro City di Jakarta Barat dan Pasar Grosir Senen Jaya di Jakarta Pusat, menambah total pasokan kumulatif  3,45 juta meter persegi.

Pasokan terbesar dari ruang sewa ritel terkonsentrasi di lokasi CBD dan Jakarta Utara masing-masing 734.000 m2 dan 766.480 m2 atau mewakili sekitar 21 persen-22 persen untuk keseluruhan total pasokan. Pusat perbelanjaan khusus sewa menampati porsi terbesar dari total pasokan yaitu 60 persen dengan sisa pasokan ruang ritel di pusat perbelanjaan strata title. Satu proyek baru akan selesai pada akhir tahun 2009, berasal dari Rasuna Epicentrum (Epi-Walk) di area CBD.

Menurut Hendra, selama periode Juli-Oktober 2009, total pasokan sewa ruang ritel didominasi pemain ritel Food and Beverage (F & B) lama dan baru, sementara beberapa penyewa utama mengambil ruang ritel pusat perbelanjaan yang baru beroperasi.

Hasil riset Procon, secara keseluruhan proyek ritel menawarkan harga sewa dalam rupiah. Estimasi transaksi harga sewa kotor pasar ritel relatif tidak berubah dibandingkan dengan kuartal baru, mencapai Rp 590.000/meter persegi/bulan di Jakarta.

Analis Procon Utami Prastiana menambahkan, pasokan baru yang cukup besar akan tersedia sebanyak 525.000 meter persegi selama tahun kuartal IV tahun 2009 hingga tahun 2011. Dari jumlah itu, 44 persen di antaranya akan selesai pada tahun 2010. Pembangunan berupa mix-use akan mendominasi pasar ritel untuk periode 2010-2011 berasal dari Gandaria City, Kota Kasablanka, Kuningan City, dan Ciputra World.

Ketua Umum REI Teguh Satria mengingatkan, persaingan pusat perbelanjaan akan semakin ketat. “Mal sekarang bukan lagi sekadar pusat perbelanjaan, tapi sudah bagian dari gaya hidup. Karena itu pengelola mal harus membuat konsep berbeda satu sama lain untuk memikat pengunjung,” kata Teguh.

Sumber: www.kompas.com

Mega Proyek St Moritz Senilai Rp 11 Triliun Mulai Dibangun

Sunday, November 15th, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com -  PT Lippo Karawaci Tbk, perusahaan pengembang properti dari Grup Lippo, hari Kamis (12/11) menandatangani surat penunjukan bersama PT PP (Persero) sebagai kontraktor utama pembangunan “Mega Proyek Terpadu The St. Moritz Penthouses & Residences”  berskala global.

The St. Moritz Penthouses & Residences merupakan proyek Global City yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dari Lippo Group yang terletak di Central Business District (CBD) Jakarta Barat dan berada di antara Jakarta Outer Ring Road (JORR) Kapuk - TB Simatupang dan Tol Kebon Jeruk – Tangerang.

The St Moritz Penthouses & Residences yang dibangun di atas lahan 12 hektar adalah proyek pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menggunakan konsep “11-in-1″ dan mengintegrasikan konsep kota baru vertikal dengan infrastruktur berstandar global serta fasilitas umum yang dirancang sesuai dengan citra rasa komunitas ekspatriat internasional dan kalangan atas Jakarta.

Kota global yang dirancang oleh DP Architects (Singapura) dan beberapa konsultan kelas internasional lainnya ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas eksklusif seluas 1 juta m2
.
Konsep fasilitas 11-in-1 yang dimiliki The St. Moritz Penthouses & Residences akan dielaborasikan menjadi  pusat perbelanjaan seluas 500.000 m2,  hotel berbintang 5  dengan 500 kamar, pusat konvensi seluas 6.000 m2,  apartemen mewah dengan 1.500 unit kamar,  gedung perkantoran tertinggi di Indonesia dengan 65 lantai, Rumah Sakit Siloam dengan akreditasi internasional JCI,  sekolah swasta yang dikelola Yayasan Pelita Harapan, kapel pernikahan, atraksi indoor Sea World, Sport Country Club, Spa, dan fasilitas helikopter untuk seluruh penghuni.

Kiswodarmawan, Direktur Operasi PT PP (Persero) mengatakan, PT PP (Persero) adalah kontraktor yang sangat berpengalaman yang telah membangun banyak gedung bertingkat (high-rise building), termasuk apartemen-apartemen mewah, resor dan hotel bintang lima, bangunan komersial dan berbagai proyek skala besar lainnya. Salah satu proyek yang telah dikerjakan adalah Hotel Indonesia Kempinski.

“PP selaku kontraktor yang berpengalaman selalu mengutamakan pengkoordinasian para pekerja, kualitas dan kepuasan pelanggan sebagai faktor penting dalam membangun sebuah bangunan iconic yang bermutu tinggi dan kami sangat menghargai kesempatan untuk bekerja sama dengan Lippo Group dalam membangun proyek berskala global di Indonesia ini,” jelas Kiswodarmawan

CEO The St. Moritz Penthouses & Residences, Michael Riady menegaskan, dimulainya pembangunan The St. Moritz Penthouses & Residences akan menjadi kesempatan bagi para calon pembeli untuk secepatnya membeli unit apartemen karena harga akan terus meningkat mendekati rampungnya pembangunan di The St. Moritz Penthouses & Residences.

Sumber: www.kompas.com