Ilmu Feng shui sebagai ilmu tata letak bangunan Cina kuno sudah berkembang pesat dewasa ini. Bahkan di Indonesia penggunaanya tak hanya untuk mendesain bangunan rumah secara perorangan. Tapi para developer dalam pengembangan kota maupun kawasan perumahan pun konon sudah mulai menerapkan ilmu Feng shui. Benarkah demikian?
Penerapan ilmu feng shui dalam tata letak bangunan oleh masyarakat etnis Tionghoa secara perorangan, mungkin sudah jamak kita ketahui. Tapi bagaimana dengan aplikasi ilmu kuno asal Tiongkok tersebut dalam pengembangan suatu kawasan perumahan? Apakah developer-developer terkemuka Indonesia juga melakukannya? Tak mudah menjawabnya memang.
Dalam soal kepercayaan kepada ilmu feng shui, Presiden Director agen real estate Indoproperty, Hary Jap memang membedakan adanya feng shui yang ilmiah dan feng shui yang tidak ilmiah. Dan Hary agak kesulitan saat menghadapi pembeli properti yang menggunakan feng shui tak ilmiah.
“Satu contoh ekstrim yg pernah dialami oleh marketing kita, dimana jadi tidaknya suatu transaksi properti itu ditentukan oleh ahli feng shui pendamping,” ujar Hary.
Pengembang Summarecon Kelapa Gading memang sejak awal sudah menyadari kepekaan sebagian besar penghuni kawasan yang dijuluki sebagai Kepala Naga tersebut terhadap ilmu feng shui yang cukup tinggi.
Pertanyaan-pertanyaan kritis konsumen properti terhadap pengembang terkait dengan aplikasi ilmu feng shui, sebagian besar memang hampir senada. Salah satunya adalah soal berapa jumlah anak tangga.
Kalau Paramount Serpong menyebut motto, connecting nature to life sebagai pengejawantahan prinsip-prinsip feng shui dalam produk mereka, tidak demikian dengan Summarecon Kelapa Gading. Adrianto Adi menyebut apa yang mereka kembangkan di Gading Park View sebagai wujud kongkrit penerapan fengshui di proyek-proyek yang dikembangkan oleh PT. Summarecon Agung, Tbk. ini.
Lain developer, lain pula broker properti. Kalau developer berusaha untuk memenuhi segala kebutuhan konsumen, broker justru lebih bisa bersiasat dengan pertimbangan feng shui yang dipercaya konsumen.
Konsumen properti saat ini memang makin kritis dan teliti ketika mereka akan memutuskan untuk membeli suatu proyek properti. Dan demi pelayanan terhadap konsumennya, developer yang baik tentu akan berusaha untuk melayani berbagai kebutuhan konsumennya yang spesifik tersebut, termasuk mengaplikasikan pertimbangan ilmu feng shui.
Sumber: realestat.wordpress.com