Apartment dalam Superblok

Bisnis apartment di kota besar seperti Jakarta dalam dua tahun terakhir ini terus menunjukkan peningkatan yang sangat berarti. Bahkan yang baru-baru ini muncul yaitu trend sebuah apartment didalam kawasan mix used development atau dalam superblok. Konsepnya yaitu menyatukan apartment, kantor hotel, dan pusat belanja didalam satu kawasan. Superblok memang bukan bisnis kecil, karena didalamnya melibatkan pendanaan yang sangat besar. Nilai proyeknya bisa mencapai trilyunan rupiah. Maklum saja, selain membangun suatu kawasan terpadu, yang tidak kalah penting lagi, membutuhkan lahan yang luas dan berlokasi di jantung kota.

Karena itu, pengembang yang terjun di bisnis ini sudah punya reputasi sebagai pengembang raksasa. Lippo Group misalnya, membangun superblok Kemang Village di daerah Kemang Jakarta Selatan. Bakrie Group punya Rasuna Epicentrum di bilangan Kuningan. Djarum Group turut meramaikan bisnis superblok dengan mendirikan Grand Indonesia di lahan bekas Hotel Indonesia. Agung Podomoro Group memilih kawasan Tanjung Duren Jakarta Barat dengan membangun Podomoro City. Sementara Pakuwon Group memilih kawasan Gandaria Jakarta Selatan sebagai lokasi proyek Gandaria City.

Namanya juga mix use development. Maka fasilitas apartment yang tersedia pun terbilang lengkap dan terpadu. Mulai dari pusat perbelanjaan, perkantoran, sekolah, hingga ada superblok yang lokasinya sangat strategis menyediakan monorail station.

Menurut pengamat properti, Tirta Setiawan, gairah pengembang berlomba-lomba membangun apartment, menunjukkan bahwa peluang bisnis ini masih terbuka dan menjanjikan.

Sementara apartmen dalam superblok ini dalam pandangan Tirta, merupakan trend baru dalam pembangunan sebuah apartment. Bila sebelumnya apartment berdiri sendiri, dengan superblok semua fasilitas terdapat dalam satu area.

Ada tiga aspek yang menjadikan apartment dalam superblok ini begitu diminati oleh masyarakat. Yaitu kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal dengan fasilitas yang terpadu. Adanya keinginan sebagian besar masyarakat untuk kembali ke kota yang selama ini mereka tinggal di pinggir kota Jakarta. Serta ada juga karena gengsi dan tuntutan dari sebuah gaya hidup modern kaum urban.

Tinggal dalam apartment dikawasan superblok dengan segala kelengkapan fasilitasnya merupakan hunian yang ideal. Tetapi tentunya, tidak semua orang berminat tinggal disana. Dalam pengamatan Tirta Setiawan, konsep hunian di superblok memang banyak diminati oleh bangsa Asia. Tapi tidak demikian dengan warga negara Amereika Serikat maupun Eropa.

Sumber: realestat.wordpress.com

Comments are closed.