Archive for April, 2009

Fasilitas Hunian Berlandaskan Syariah

Saturday, April 18th, 2009

Terus berkembangnya kawasan hunian berkonsep nuansa islami, jangan sampai menjual kulitnya saja. Artinya, kawasan hunian tersebut harus juga melakukan beberapa hal agar hubungan antara penghuni dan Sang Khalik, serta antara penghuni dan tetangganya bisa sama-sama dilakukan. The Orchid misalnya, perumahan yang berlokasi di Depok, Jawa Barat ini tangah mengembangkan tidak kurang dari 500 unit rumah. Tahun depan, mereka mentargetkan pembangunan rumah hingga 1.000 unit rumah

Adapun fasilitas yang dikembangkan sangat memanjakan warga The Orchid yang ingin mendekatkan diri dengan Sang Khalik seperti Masjid dan Mushala yang didalamnya bukan sekedar tempat beribadah, tetapi juga sebagi media interaksi sosial. Selain tempat ibada, pengembang juga menyediakan fasilitas ruang serba guna, kolam renang yang memenuhi prinsip syariah, hingga fasilitas akses internet di setiap rumah.

Tipe hunian yang ditawarkan juga beragam sebagaimana umumnya perumahan yang dibangun secara konvensional. Prinsip pemasaran seperti segmentasi pasar juga mereka perhatikan. Ada hunian untuk masyarakat kelas menengah – bawah dengan tipe rumah berukuran kecil dan sedang. Ada pula rumah-rumah dengan tipe ukuran besar.

Strategi pemasaran yang dilancarkan oleh The Orchid juga memperhatikan prinsip manajemen modern. Misalnya pengembang memposisikan diri sebagai developer pertama yang mendasarkan pada prinsip-prinsip syariah. Tidak ketinggalan, pengembang juga sangat atraktif menggalang kerjasama dengan istitusi pendidikan atau dengan lembaga-lembaga Islam agar mengokohkan branding The Orchid sebagai perumahan dengan sistem syariah Islam.

Strategi bisnis yang senada juga digulirkan oleh perumahan Cimanggis Green Residence. Mereka sangat fokus dalam memilih segmentasi pasar kaum muslim, dan keluarga muda muslim.

Fasilitas yang dikembangkan, selain masjid, ada juga kolam renang yang memisahkan pengguna perempuan dan laki-laki, dan tidak ketinggalan juga menyediakan fasilitas pendidikan Islam.

Tipe-tipe rumah yang dikembangkan Cimanggis Green Residence juga sangat beragam mulai dari tipe hunian berukuran kecil, sedang, dan besar. Harga yang ditawarkan berkisar dari Rp180 jutaan hingga Rp 450 jutaan.

Sekalipun konsep hunian dengan fondasi syariah menjadi tema utama, namun yang tidak kalah penting dari itu semua adalah bagaimana lingkungan perumahan harus ramah lingkungan dan terbuka pada warga sekitarnya.

Sumber: realestat.wordpress.com

Tren Perumahan 2009

Friday, April 17th, 2009

Dalam setiap pergantian tahun hampir semua orang membicarakan tren apa yang bakal menonjol pada tahun mendatang. Tidak terkecuali di dunia properti. Design rumah baik itu interior maupun eksterior, diakui oleh para pengembang properti, mempunyai peranan vital dalam menentukan laku tidaknya sebuah hunian. Karena itu seiring dengan pergantian tahun, para pengembang berlomba-lomba menciptakan inovasi dan terobosan dalam hal design rumah.

Berdasarkan liputan dan pengamatan REALESTAT ke sejumlah pengembang, tren hunian di tahun 2009 agaknya masih belum beranjak jauh dari tren di tahun sebelumnya. Dengan kata lain, design rumah simplicity atau modern minimalis dan modern tropis dengan ukuran rumah kecil dan sedang masih bakal mendominasi hampir semua perumahan di tanah air.

Memprediksi apa yang bakal terjadi pada tren hunian di tahun 2009 memang tidak mudah, banyak sekali aspek yang mempengaruhi perkembangan kecenderungan hunian yang diminati oleh konsumen. Dalam hal ini, selera konsumen yang akan menjadi trigger kemana arah desian sebuah hunian, bukan dari pengembang. Namun secara keseluruhan, design rumah model modern minimalis masih tetap dominan di tahun 2009 nanti, meski rumah model etnik dan neo-klasik masih ada peminatnya, khususnya untuk hunian berukuran besar.

Dari aspek gaya design interior yang simple dan ringkas pada hunian tipe kecil dan sedang begitu digemari oleh masyarakat perkotaan, khususnya dari kalangan pasangan muda yang bekerja, mapan, dan berpendidikan. Mengenai warna rumah, di tahun 2009 nanti akan lebih kaya akan warna dan lebih berani. Kecenderungan ini sudah dimulai pada paruh kedua tahun 2008 pada rumah berukuran kecil dan sedang.

Di Indonesia, gaya modern minimalis sesungguhnya mulai marak pada 1990-an ketika banyak profesional muda pulang dari sekolah di luar negeri. Tapi, pengertian minimalis di Indonesia sendiri sudah bergeser dan cenderung salah kaprah. Di sini, minimalis cenderung sekadar menjadi fashion atau tren gaya hidup. Kedepan, tren minimalis akan mengalami pergeseran pada konsep hunian yang ramah lingkungan. Sebab perhatian konsumen maupun pengembang terhadap aspek lingkungan jauh lebih penting ketika bumi semakin memanas, atau yang biasa dikenal dengan istilah global warming.

Kesadaran akan pentingnya aspek lingkungan terhadap kehidupan manusia juga pahami oleh sejumlah pengembang. Mereka berupaya dalam setiap langkah pembangunannya, selalu memperhatikan lingkungan. Pengembang melihat tekanan alam terhadap wilayah perkotaan khususnya, begitu besar. Selain itu, ada semacam kemudahan dan keringanan yang diberikan oleh perbankan, yaitu berupa tingkat suku bunga KPR yang lebih ringan kepada hunian yang memenuhi standar ramah lingkungan.

Sumber: realestat.wordpress.com

Kota Wisata Cibubur

Thursday, April 16th, 2009

Sebagai pelopor perumahan dengan konsep hiburan, Kota Wisata Cibubur rupanya dibangun dengan pondasi keseimbangan alam. Artinya segala aspek yang berpengaruh atau mempunyai dampak terhadap lingkungan sekitar oleh pengembang mendapat perhatikan serius. Konsep dasar landscape-nya saja sudah sangat baik, yakni dikelilingi sungai dan hutan.

Salah satu kebijakan pengembang yang cukup tegas mengenai gerakan penghijauan adalah adanya peraturan yang mengatur komposisi lahan atas bangunan. Pembangunan rumah tidak diperbolehkan melebihi 60% dari luas lahan. Dengan begitu sisa lahan yang ada dipergunakan sebagai ruang hijau terbuka sekaligus sebagai areal resapan air hujan. Selain itu, pengembang juga begitu perhatian terhadap pemelihataan tanaman di kawasan Kota Wisata.

Sekalipun buka daerah langganan banjir karena kawasan Cibubur punya ketinggian lebih dibanding daerah di Jakarta, pengembang membangun saluran drainase yang banyak dan berukuran lebar. Pemenuhan kebutuhan air minum warga Kota Wisata sudah lebih baik dari sebelumnya, yakni tidak memanfaatkan air tanah, tetapi menggunakan air dari PDAM sehingga ketersediaan air tanah dapat terjaga dengan baik.

Konsep hijau yang dikembangkan di Kota Wisata ini rupanya mendapat respon baik dari konsumen. Untuk itu pengembang tetap konsisten berjalan di jalur ini, dan konsep hijau ini justru menjadi karakter dan keunggulan dari Kota Wisata.

Sumber: realestat.wordpress.com

Realestat Go Green : Sentul City

Thursday, April 16th, 2009

Pada dasarnya, wilayah Sentul merupakan wilayah yang sudah memiliki kontur dan kondisi alam yang asri. Perumahan ini bahkan memiliki view langsung Gunung Pancar yang indah dan megah. Keindahan alam ini didukung juga oleh upaya pengembang untuk memperluas area penghijauan. Area hijau yang terhampar luas di Sentul City memadukan berbagai jenis pepohonan, mulai dari pohon tanjung hingga pepohonan berjenis pinus. Pohon-pohon yang menutupi lebih dari separuh area perumahan ini, difungsikan sebagai teduhan dan juga untuk resapan air tanah.

Selain upaya penghijauan, pengembang juga membuat danau-danau yang luas sebagai upaya untuk menciptakan wadah resapan air di kawasan hunian ini. Dengan demikian, air hujan tidak tersalurkan langsung melalui sungai ke pantai, tetapi dikembalikan ke dalam bumi. Upaya ini agar tercipta keseimbangan ekosistem di area lingkungan kompleks perumahan.

Terkait dengan pengelolaan sistem pengairan di areal perumahan, pengembang memiliki system pengolahan air bersih secara mandiri yang diistilahkan dengan nama Water Treatment Plant. Sistem ini melakukan pengolahan air secara langsung dari Sungai Citeureup untuk dijadikan sebagai sumber cadangan atas kebutuhan air bersih warganya.

Dalam membangun konsep hijau di area perumahan Sentul City, pengembang melakukan kerja sama yang sinergis dengan melibatkan para penghuni dan warga masyarakat sekitar Sentul City. Salah satu wujud dari keterlibatan warga tersebut yakni melalui program penanaman 18.000 pohon di suatu areal yang rencanannya akan menjadi kawasan hutan untuk mencegah erosi.

Selain itu, Pengembang juga memberikan berbagai fasilitas yang bertujuan untuk mendekatkan warga penghuni dengan alam, yakni melalui fasilitas Sentul Wonderland Outbound Kids dan Ekowisata Sentul City. Sentul Wonderland Outbound Kids merupakan fasilitas rekreasi anak yang ditujukan untuk mendekatkan anak-anak dengan permainan-permainan alam, sedangkan Ekowisata Sentul City menjadi fasilitas bagi orang dewasa untuk menikmati keindahan alam Gunung Pancar.

Sumber: realestat.wordpress.com

The Kew Garden Residence

Thursday, April 16th, 2009

The Kew Garden Residence

Tuntutan untuk hidup di lingkungan yang hijau dan asri kian mendesak. Apalagi dengan terus menurunnya kualitas udara yang semakin memburuk akibat dari tingginya polusi udara. Hal ini dapat dipahami mengingat lingkungan yang baik akan menciptakan hunian yang nyaman bagi warganya, dan pada ujungnya akan meningkatkankualitas hudip seseorang. Menyikapi akan hal ini, PT Summarecon Agung Tbk. menghadirkan hunian yang memperhatikan aspek lingkungan, yaitu The Kew Garden Residence.

Kendati berada di pusat keramaian kota, The Kew yang terletak di Kelapa Gading ini berhasil menciptakan harmoni dengan alam, yaitu salah satunya dengan menyediakan ruang taman terbuka disetiap rumah yang mereka bangun. Tama dibelakang rumah ini terkoneksi dengan Club House melalui jalur pedestrian walk yang bisa anda gunakan untuk jogging, jalan santai, bahkan untuk bersantai sambil menikmati lingkungan yang asri.

Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan setempat, developer bekerjasama dengan Yayasan Budha Tze Chi Indonesia membangun satu instalasi pengolahan limbah rumah tangga. Hasil dari daur ulang sampah tersebut tidak lain untuk kepentingan masyarakat kurang mampu.

Disamping mendaur ulang sampah rumah tangga. Pengembang bersama warga Kelapa Gading dengan penuh kesadaran membuat bio pori pada areal terbuka hijau di taman perumahan maupun di lingkungan rumah masing-masing warga. Tujuannya adalah untuk meresapkan kembali air hujan ke dalam tanah, atau tidak mengalirkan air hujan langsung ke sungai.

Sumber: realestat.wordpress.com

17 Rusuna di Jakarta & Sekitarnya

Sunday, April 12th, 2009

Hasrat pemerintah membanguun 1.000 Tower Rumah Susun Sederhana (Rusuna) disambut hangat oleh sejumlah kalangan. Selain masyarakat, tentunya para pengembang seperti menerima durian runtuh dengan mega proyek ini. Rumah Susun Sederhana yang di-Sewa-kan (Rusunawa) dan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) ini tidak bisa sembarang orang memilikinya. Hanya mereka yang berpendapatan antara Rp 1,5 juta hinga Rp 4,5 juta perbulan semata yang berhak membeli dan menempati Rusuna. Apakah masyarakat berpendapatan segitu mampu membeli hunian yang dibandrol antara Rp 75 juta hingga Rp 144 juta ? Tentu saja diharapkan mampu. Pasalnya pemerintah memberi subsidi khusus bagi warga yang dianggap berpenghasilan pas-pasan.

Secara garis besar, ada 3 kategori subsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat yang ingin tinggal di Rusuna, yaitu :

Gaji di atas Rp 3,5 - 4,5 juta
Bunga 9,5%, subsidi uang muka Rp 5 juta, maksimal membeli unit Rp 144 juta

Gaji di atas Rp 2,5 - 3,5 juta
Bunga 8,5%, subsidi uang muka Rp 6 juta, maksimal membeli unit Rp 110 juta

Gaji di atas Rp 1,5 - 2,5 juta
Bunga 7%, subsidi uang muka Rp 7 juta, maksimal membeli unit Rp

Dan berikut ini adalah jajaran 17 Rusuna yang tersebar di kota Jakarta dan sekitarnya :

1. Bandar Kemayoran

Lokasi : Kemayoran
Pengembang : DP3KK dan Perum Perumnas
Luas Tanah : 1,9 hektar
Jumlah Tower : 3 (1.080 unit)

2. City park

Lokasi : Cengkareng
Pengembang : Perum Perumnas dan PT Reka Rumanda Agung Abadi
Luas Tanah : 3,7 hektar
Jumlah Tower : 10 (3.146 unit)

3. Crown Executive Apartment

Lokasi : Daan Mogot Km. 14
Pengembang : PT Crown Porcelain
Luas Tanah : 3,02 hektar
Jumlah Tower : 8 (3.250 unit)

4. Kota Modern

Lokasi : Modernland, Tangerang
Pengembang : PT Modernland Realty Tbk.
Luas Tanah : 1,7 hektar
Jumlah Tower : 3 (1.188 unit)

5. Menara Kebon Jeruk

Lokasi : Kebon Jeruk
Pengembang : PT Anggana Development
Luas Tanah : 0,47 hektar
Jumlah Tower : 1 (682 unit)

6. Gateway

Lokasi : Cileduk
Pengembang : PT Binakarya Jaya Abadi
Luas Tanah : 0,74 hektar
Jumlah Tower : 1 (1.000 unit)

7. Bintaro

Lokasi : Bintaro
Pengembang : PT Graha Rahyan Tri Putra
Luas Tanah : 12 hektar
Jumlah Tower : 5

8. Kebagusan City

Lokasi : Kebagusan
Pengembang : PT Perdana Gapuraprima
Luas Tanah : 10 hektar
Jumlah Tower : 5 (1.918 unit)

9. Cibubur

Lokasi : Cibubur
Pengembang : PT Rajawali Core Indonesia
Luas Tanah : 0,46 hektar
Jumlah Tower : 4

10. Cipayung

Lokasi : Cipayung
Pengembang : PT Bina Kualita Teknik
Luas Tanah : 6,8 hektar
Jumlah Tower : 1

11. Menara Cawang

Lokasi : Cawang
Pengembang : PT Cawang Housing Development
Luas Tanah : 0,5 hektar
Jumlah Tower : 1 (714 unit)

12. Kalimalang

Lokasi : Kalimalang, Bekasi
Pengembang : PT Mitra Safir Sejahtera
Luas Tanah : 0,5 hektar
Jumlah Tower : 3 (1.008 unit)

13. Prima Regency

Lokasi : Pulogebang
Pengembang : KSU Perum Perumnas dan PT Primaland
Luas Tanah : 0,4 hektar
Jumlah Tower : 1 (390 unit)

14. Cakung

Lokasi : Penggilingan, Cakung
Pengembang : PT Nusuno Karya
Luas Tanah : 1,1 hektar
Jumlah Tower : 3 (444 unit)

15. Gading Nias Residence

Lokasi : Kelapa Gading
Pengembang : PT Tiara Metropolitan Jaya (Agung Podomoro Group)
Luas Tanah : 4 hektar
Jumlah Tower : 14 (6.097 unit)

16. Sentra Timur Residence

Lokasi : Pulogebang
Pengembang : PT Bakrieland Development Tbk. dan Perum Perumnas
Luas Tanah : 2,8 hektar
Jumlah Tower : 11 (4.500 unit)

17. Daan Mogot

Lokasi : Daan Mogot Km. 14
Pengembang : PT Inten Cipta Sejati
Luas Tanah : 3,9 hektar
Jumlah Tower : 3 (2.836 unit)

Sumber: realestat.wordpress.com

Apartemen Murah Milik Siapa?

Sunday, April 12th, 2009

Upaya pemerintah untuk menyediakan Rumah Susun Sederhana, atau yang biasa dikenal dengan Rusuna bagi masyarakat, tidaklah main-main. Pembangunan hunian vertikal bersubsidi ini diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat urban untuk tinggal di rumah susun. Sudah sejauh mana program ini dilaksanakan oleh para pengembang ? Lalu apakah subsidi ini jatuh pada orang yang tepat ?

Program 1.000 Tower Rumah Susun Sederhana yang dicanangkan oleh pemerintah sudah setahun lebih berlangsung. Dalam kurun waktu tersebut, menarik bila dilihat sudah sejauh mana perkembangannya. Apakah pembangunannya sudah sesuai dengan target atau molor karena terkendala oleh satu dan lain hal. Karena bagaimanapun juga kebutuhan masyarakat akan hunian sederhana layak huni, khususnya diperkotaan besar, tidak bisa ditunda-tunda lagi.

Pengamat properti Ali Tranghanda melihat target program pemerintah ini masih jauh. Namun demikian, perkembangannya boleh dibilang cukup memuaskan. Setidaknya menurut catatannya, hingga kini sudah ada sekitar 42 ribu unit hunian Rumah Susun Sederhana (Rusuna) masih dalam tahap pembangunan. Atau ada sekitar 50 hektar tanah serta ada 15 proyek Rusuna dalam pembangunan. Sekalipun demikian, Ali menilai proyek raksasa ini tidak mempunyai cetak biru yang jelas.

Dilain pihak, bagi sebagian pengembang, proyek rusuna ini tidak mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Disatu pihak Kementerian Negara Perumahan Rakyat telah menyatakan dukungannya, namun dilain pihak ada departemen atau institusi terkait yang lambat merespon jalannya proyek rusuna. Akibatnya, ada proyek rusuna yang sempat terhenti karena lambatnya birokrasi pemerintah.

Disamping masalah birokrasi, sosialisasi dan edukasi pemerintah kepada masyarakat akan proyek ini tampaknya belum optimal. Dari beberapa survey yang dilakukan oleh sebuah lembaga riset, menyatakan bahwa sebagain besar masyarakat masih lebih memilih tinggal di landed house dari pada di hunian vertikal.

Tetapi yang menarik, sekalipun sebagain masyarakat belum siap tinggal di apartemen, sebagain besar unit rusuna menurut pengakuan para pengembang direspon baik oleh masyarakat. Setidaknya kendati belum selesai proyek dibangun, unit hunian sudah terjual diatas 50% dari kapasitas yang tersedia.

Besarnya animo masyarakat akan hunain rusuna menimbulkan kekhawatiran, bahwa apartemen yang disubsidi oleh pemerintah ini jatuh pada orang yang salah. Artinya, justru masyarakat yang tergolong mampu yang mendapatkan subsidi, sementara golongan masyarakat berpenghasilan rendah malah tidak kebagian rusuna.

Pembangunan rusunami adalah solusi penyediaan tempat tinggal bagi warga di kota besar seperti Jakarta, yang kini lahannya makin terbatas. Selain itu, dengan rusunami diharapkan 50-60% persoalan kota bisa terselesaikan. Mulai dari transportasi, banjir, hingga lingkungan hidup. Karena itu, untuk mencapai target pembangunan 1.000 Tower Rumah Susun Sederhana dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak serta instansi terkait.

Sumber: realestat.wordpress.com