Terus berkembangnya kawasan hunian berkonsep nuansa islami, jangan sampai menjual kulitnya saja. Artinya, kawasan hunian tersebut harus juga melakukan beberapa hal agar hubungan antara penghuni dan Sang Khalik, serta antara penghuni dan tetangganya bisa sama-sama dilakukan. The Orchid misalnya, perumahan yang berlokasi di Depok, Jawa Barat ini tangah mengembangkan tidak kurang dari 500 unit rumah. Tahun depan, mereka mentargetkan pembangunan rumah hingga 1.000 unit rumah
Adapun fasilitas yang dikembangkan sangat memanjakan warga The Orchid yang ingin mendekatkan diri dengan Sang Khalik seperti Masjid dan Mushala yang didalamnya bukan sekedar tempat beribadah, tetapi juga sebagi media interaksi sosial. Selain tempat ibada, pengembang juga menyediakan fasilitas ruang serba guna, kolam renang yang memenuhi prinsip syariah, hingga fasilitas akses internet di setiap rumah.
Tipe hunian yang ditawarkan juga beragam sebagaimana umumnya perumahan yang dibangun secara konvensional. Prinsip pemasaran seperti segmentasi pasar juga mereka perhatikan. Ada hunian untuk masyarakat kelas menengah – bawah dengan tipe rumah berukuran kecil dan sedang. Ada pula rumah-rumah dengan tipe ukuran besar.
Strategi pemasaran yang dilancarkan oleh The Orchid juga memperhatikan prinsip manajemen modern. Misalnya pengembang memposisikan diri sebagai developer pertama yang mendasarkan pada prinsip-prinsip syariah. Tidak ketinggalan, pengembang juga sangat atraktif menggalang kerjasama dengan istitusi pendidikan atau dengan lembaga-lembaga Islam agar mengokohkan branding The Orchid sebagai perumahan dengan sistem syariah Islam.
Strategi bisnis yang senada juga digulirkan oleh perumahan Cimanggis Green Residence. Mereka sangat fokus dalam memilih segmentasi pasar kaum muslim, dan keluarga muda muslim.
Fasilitas yang dikembangkan, selain masjid, ada juga kolam renang yang memisahkan pengguna perempuan dan laki-laki, dan tidak ketinggalan juga menyediakan fasilitas pendidikan Islam.
Tipe-tipe rumah yang dikembangkan Cimanggis Green Residence juga sangat beragam mulai dari tipe hunian berukuran kecil, sedang, dan besar. Harga yang ditawarkan berkisar dari Rp180 jutaan hingga Rp 450 jutaan.
Sekalipun konsep hunian dengan fondasi syariah menjadi tema utama, namun yang tidak kalah penting dari itu semua adalah bagaimana lingkungan perumahan harus ramah lingkungan dan terbuka pada warga sekitarnya.
Sumber: realestat.wordpress.com
Hasrat pemerintah membanguun 1.000 Tower Rumah Susun Sederhana (Rusuna) disambut hangat oleh sejumlah kalangan. Selain masyarakat, tentunya para pengembang seperti menerima durian runtuh dengan mega proyek ini. Rumah Susun Sederhana yang di-Sewa-kan (Rusunawa) dan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) ini tidak bisa sembarang orang memilikinya. Hanya mereka yang berpendapatan antara Rp 1,5 juta hinga Rp 4,5 juta perbulan semata yang berhak membeli dan menempati Rusuna. Apakah masyarakat berpendapatan segitu mampu membeli hunian yang dibandrol antara Rp 75 juta hingga Rp 144 juta ? Tentu saja diharapkan mampu. Pasalnya pemerintah memberi subsidi khusus bagi warga yang dianggap berpenghasilan pas-pasan.