Kawasan Hunian & Kuliner

Banyak pengembang yang menyediakan pusat-pusat kuliner dalam kawasannya. Namun sedikit diantara mereka memandang penting persoalan kuliner ini. Saking pentingnya, ada pengembang yang menjadikan kuliner sebagai daya tarik kawasannya. Promo kuliner yang mereka galakkan pun tidak terbilang kecil. Siapa saja pengembang tersebut? Apakah keberadaan pusat makanan ini turut mendongkrak penjualan properti mereka ? Mari kita simak liputan berikut ini…

Sandang, papan dan pangan adalah kebutuhan manusia yang tidak terpisahkan dan sama pentingnya. Karena itu sejumlah pengembang selalu menyertakan sandang dan pangan dalam konsep pembangunan properti, dalam hal ini pusat perbelanjaan dan kuliner. Tidak terkecuali dalam pengembangan kawasan hunian. Selama ini sudah jamak bila pengembang membangun mall, tetapi masih sedikit diantara mereka yang menaruh perhatian lebih pada persoalan kuliner. Adalah Summarecon Kelapa Gading, BSD City, Bintaro Jaya dan Lippo Karawaci yang jeli melihat kuliner sebagai satu kesatuan dalam mengembangkan sebuah kawasan hunian.

Summarecon Kelapa Gading misalnya, menurut Anwar Arifin Salim Executive Director Mal Kelapa Gading, sebagai realestat yang sudah berusia lebih dari 30 tahun ini punya perhatian lebih dalam memanjakan para petualang rasa dengan menjadikan kawasan ini sebagai “Kota Sejuta Makanan”.

Sedangkan Lippo Karawaci yang berdiri sekitar tahun 90-an, memang telah menyiapkan secara khusus pusat kuliner di tengah kawasan hunian dan komersial yang mereka kembangkan. Taman Sari di Lippo Karawaci misalnya, ia sengaja dicipta sebagai pusat beragam makanan dari berbagai nusantara. Selain Taman Sari, juga bisa ditemukan berbagai jenis masakan dari berbagai dunia di Benton Junction.

Tidak jauh dari Lippo Karawaci, tepatnya di BSD City juga tidak mau ketinggalan. BSD Junction dibangun sebagai tempat kuliner. Di sana hadir berbagai restoran dan aneka cita rasa. Mulai dari resto yang menghidangkan masakan oriental seperti Golden Pearl, Fisherman, Sapo Oriental, Hongkong Dimsum, masakan internasional seperti Platinum, Blue Mare, A&W, Rice Bowl, masakan Jepang seperti Yuraku, Tokyo Spot, masakan Indonesia seperti Waroeng Podjok, serta banyak lagi.

Masih di sekitar Tangerang, tepatnya di kota satelit Bintaro Jaya juga terdapat banyak pusat kuliner. Salah satunya yang cukup populer adalah Warung Tenda Sektor 9. Hampir tiap malam rame dikunjungi oleh warga Bintaro maupun masyarakat sekitar Bintaro. Menu makanan dijual di tenda-tenda lapangan parkir komplek rukan ini juga sangat beragam. Mulai dari nasi uduk pecel ayam/udang, bakwan malang, bubur ayam, bebek goreng, hingga sop kambing.

Kiat para pengembang untuk menarik minat masyarakat untuk menikmati menu-menu unggulan di kawasan yang mereka kembangkan sangat beragam. Namaun pada umumnya, para pengembang ini tidak mau tanggung-tanggung menyediakan space di lokasi-lokasi yang strategis sehingga mudah dijangkau. Di Summarecon Kelapa Gading misalnya. Ambience pusat kuliner di Jakarta Utara ini sudah mulai meruap manakala Anda menyusuri Boulevard Kelapa Gading. Anda bisa langsung memilih tempat makan mana yang sesuai dengan selera Anda. Belum lagi bila Anda memasuki Sentra Kelapa Gading dan Gading Batavia. Berbagai jenis sajian terdapat disini, mulai dari keanekaragaman kuliner nusantara hingga manca negara.

Strategi yang sama juga diterapkan oleh Sinar Mas Group selaku pengembang BSD City. Lokasi BSD Juction juga sangat strategis dan mudah dikenal begitu seseorang memasuki kawasan BSD City. Karena makanan merupakan kebutuhan mendasar dari manusia, Lippo Karawaci juga menempatkan Taman Sari dan Benton Juction dalam posisi yang strategis. Yaitu berdekatan dengan Menara Matahari, Menara Asia, serta Kampus Universitas Pelita Harapan. Sajian makanan yang disediakan pun, menurut Norita, bisa dipertanggungjawabkan.

Kesuksesan sebuah pengembang dalam membangun kawasan hunian, biasanya diukur dari berapa banyak unit hunian mereka yang terjual. Namun tolak ukur itu saja rasanya kurang cukup. Sebuah kawasan dikatakan “hidup” bilamana ia punya daya tarik lain sehingga orang yang tidak tinggal di kawasan tersebut perlu hadir dan menikmati apa yang tersedia di sana.

Sumber: realestat.wordpress.com

Leave a Reply