Tantangan pembangunan pusat perbelanjaan sebagai bagian dari proyek green property memang tidak mudah. Selain adanya keterbatasan lahan, hampir sebagain besar lahannya biasanya habis dipergunakan untuk pembangunan fisik pusat perbelanjaan itu sendiri. Namun hal ini tidak menjadi hampabat bagi Grup Djarum dalam mengembangkan properti komersial Margo City.
Penghijauan yang menjadi fondasi utama green property mudah ditemukan di pusat perbelanjaan yang berlokasi di Jalan Margonda Raya, Depok ini. Selain itu, pengembang juga menempuh langkah-langkah penting dalam upaya menjaga kelestarian lingkungannya.
Selain sebagai areal komersial pusat perbelanjaan, pengembang juga menyediakan arena untuk kegiatan di ruang terbuka, seperti sarana olahraga. Mulai dari futsal, basket 3 on 3, wall climbing, cycling, skateboard, jogging track hingga playground area. Bulan September, fasillitas ini sudah bisa dimanfaatkan.
Perusahaan pengembang milik pengusaha Bambang Hartono ini membangun Margo City diatas tanah seluas 67.000 meter persegi setelah melakukan survei selama tiga tahun. Intinya, daya beli warga Depok relatif tinggi. 90 persen dari 1,3 juta penduduk Depok berpenghasilan tetap. 71 persen kaum profesional dan 29 persen pemilik usaha.
Survei itu menyebutkan sebanyak 29 persen mengeluarkan uang lebih dari Rp 5 juta per bulan, 24 persen mengeluarkan Rp 2,3 juta sampai Rp 3 juta/bulan. Berangkat dari survei inilah, Grup Djarum berani membangun mal berkelas di Depok, dengan penyewa berkelas pula.
Sumber: realestat.wordpress.com