Apartemen Murah Milik Siapa?

Upaya pemerintah untuk menyediakan Rumah Susun Sederhana, atau yang biasa dikenal dengan Rusuna bagi masyarakat, tidaklah main-main. Pembangunan hunian vertikal bersubsidi ini diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat urban untuk tinggal di rumah susun. Sudah sejauh mana program ini dilaksanakan oleh para pengembang ? Lalu apakah subsidi ini jatuh pada orang yang tepat ?

Program 1.000 Tower Rumah Susun Sederhana yang dicanangkan oleh pemerintah sudah setahun lebih berlangsung. Dalam kurun waktu tersebut, menarik bila dilihat sudah sejauh mana perkembangannya. Apakah pembangunannya sudah sesuai dengan target atau molor karena terkendala oleh satu dan lain hal. Karena bagaimanapun juga kebutuhan masyarakat akan hunian sederhana layak huni, khususnya diperkotaan besar, tidak bisa ditunda-tunda lagi.

Pengamat properti Ali Tranghanda melihat target program pemerintah ini masih jauh. Namun demikian, perkembangannya boleh dibilang cukup memuaskan. Setidaknya menurut catatannya, hingga kini sudah ada sekitar 42 ribu unit hunian Rumah Susun Sederhana (Rusuna) masih dalam tahap pembangunan. Atau ada sekitar 50 hektar tanah serta ada 15 proyek Rusuna dalam pembangunan. Sekalipun demikian, Ali menilai proyek raksasa ini tidak mempunyai cetak biru yang jelas.

Dilain pihak, bagi sebagian pengembang, proyek rusuna ini tidak mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Disatu pihak Kementerian Negara Perumahan Rakyat telah menyatakan dukungannya, namun dilain pihak ada departemen atau institusi terkait yang lambat merespon jalannya proyek rusuna. Akibatnya, ada proyek rusuna yang sempat terhenti karena lambatnya birokrasi pemerintah.

Disamping masalah birokrasi, sosialisasi dan edukasi pemerintah kepada masyarakat akan proyek ini tampaknya belum optimal. Dari beberapa survey yang dilakukan oleh sebuah lembaga riset, menyatakan bahwa sebagain besar masyarakat masih lebih memilih tinggal di landed house dari pada di hunian vertikal.

Tetapi yang menarik, sekalipun sebagain masyarakat belum siap tinggal di apartemen, sebagain besar unit rusuna menurut pengakuan para pengembang direspon baik oleh masyarakat. Setidaknya kendati belum selesai proyek dibangun, unit hunian sudah terjual diatas 50% dari kapasitas yang tersedia.

Besarnya animo masyarakat akan hunain rusuna menimbulkan kekhawatiran, bahwa apartemen yang disubsidi oleh pemerintah ini jatuh pada orang yang salah. Artinya, justru masyarakat yang tergolong mampu yang mendapatkan subsidi, sementara golongan masyarakat berpenghasilan rendah malah tidak kebagian rusuna.

Pembangunan rusunami adalah solusi penyediaan tempat tinggal bagi warga di kota besar seperti Jakarta, yang kini lahannya makin terbatas. Selain itu, dengan rusunami diharapkan 50-60% persoalan kota bisa terselesaikan. Mulai dari transportasi, banjir, hingga lingkungan hidup. Karena itu, untuk mencapai target pembangunan 1.000 Tower Rumah Susun Sederhana dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak serta instansi terkait.

Sumber: realestat.wordpress.com

Leave a Reply