Archive for April, 2009

Berharap Kualitas Hidup Lebih Baik dari Kota Baru

Tuesday, April 28th, 2009

Kalau Anda sudah jenuh hidup di tengah hiruk pikuknya kota metropolitan yang padat seperti Jakarta, ada alternatif hunian yang menarik. Apalagi kalau bukan hidup di kota baru. Yah, kota baru sebagai konsep kawasan hunian yang terpadu kini pamornya makin mengkilap saja. Kondisi ini tentu saja tak lepas dari kepadatan kota besar lama yang makin tak terkendali, bertemu dengan kebutuhan orang akan kualitas hidup yang lebih baik.

Setelah perkembangannya sempat tersendat oleh krisis ekonomi, pengembangan kota baru yang menjanjikan kualitas hidup lebih baik seakan makin bergairah akhir-akhir ini. Tengoklah geliat pengembangan kawasan di sekitar Jabotabek yang makin pesat seperti di BSD City, Lippo Karawaci, Lippo Cikarang, Kota Jababeka, dan lain-lain. Bahkan kota Bandung pun tak mau ketinggalan dengan kawasan kota barunya yaitu Kota Baru Parahiyangan.

Beragam fasilitas dan kelengkapan kota ditawarkan oleh pengembang skala besar yang mengusung konsep hunian kota baru ini. Di sisi barat kota Jakarta, perumahan BSD City mungkin bisa disebut sebagai kawasan yang mendekati konsep ideal sebuah kota baru. Dibangun sejak tahun 1989, fasilitas yang telah dikembangkan oleh Grup Sinar Mas ini berusaha untuk memenuhi kebutuhan penghuninya dari mulai lahir hingga meninggal dunia. Karena itu tak berlebihan kalau Dhony Rahajoe, GM Corporate Communication Sinarmas mengatakan banyak manfaat yang dimiliki pembeli rumah di kota baru seperti BSD City.

“Dengan sederhana kita bisa katakan, beli rumah dapatnya kota. Kalau di sini mulai dari Rumah Sakit, sekolah, sampai hari tua tersedia. Penghuni mendapatkan benefit yang besar, harganya sama, tapi value yang didapat jauh lebih besar,” terang Dhony Rahajoe.

Masih di sisi barat Jakarta, Lippo Karawaci yang memiliki lahan sekitar 1.300 hektar, berupaya mengembangkan diri sebagai kota baru dengan mengusung tema kota pendidikan.

“Lippo Karawaci sendiri mengambil tema sebagai kota pendidikan, dimana saat ini UPH University saat ini mempunyai 8 ribu mahasiswa, sekaligus area komersial untuk memenuhi area regional Banten dan sekitarnya. Pada saat kita menciptakan area bussines centre, kita buat kapasistasnya bukan hanya untuk Lippo Karawaci saja, tapi juga untuk tingkat propinsi Banten,” papar David I. Santosa, Departement Head Planning Lippo Karawaci.

Sementara itu di sebelah timur kota Jakarta setidaknya terdapat dua kawasan perumahan besar yang berkembang dengan skala sebagai kota baru, yaitu perumahan Jababeka dan Lippo Cikarang. Berbeda dengan kawasan sebelah barat Jakarta yang lebih kuat image-nya sebagai hunian, kawasan sebelah timur Jakarta lebih dikenal sebagai kawasan industri. Jababeka misalnya. Kota yang awalnya memang dikembangkan sebagai kawasan industri ini berkembang dengan baik sebagai kawasan hunian setelah berhasil meyakinkan beberapa perusahaan multinasional untuk mendirikan pabriknya di kawasan seluas 5.600 hektar tersebut.

Demikian juga dengan Lippo Cikarang yang mengklaim sebagai kota terlengkap di timur Jakarta. Sederet infrastruktur dan fasilitas sebuah kota memang tersedia dengan memadai di lippo Cikarang. Dari mulai perkantoran, pusat pendidikan, rumah sakit, mall, hotel berbintang, pusat olah raga, restoran, hingga taman rekreasi semacam Water Boom.

“Salah satu kelebihan dari kota Lippo Cikarang, dengan luas total 3.000 hektar, 500 sampai dengan 800 ha nantinya adalah kawasan industri, dimana industri tersebut orientasinya kepada produk-produk eksport, sehingga merupakan sumber income bagi kawasan tersebut,” ujar Endang Sutrisna, GM Production Division Head Lippo Cikarang.

Meskipun pusat-pusat pertumbuhan baru berupa kota baru terus bermunculan di sekitar kota metropolitan Jakarta, Dhony Rahajoe dari BSD City tetap meyakini prospek pengembangan kawasan serupa kota baru masih akan tetap dibutuhkan masyarakat urban Jabotabek. Terutama kalau hal itu dihubungkan dengan angka pertumbuhan urbanisasi di Jabotabek yang tiap tahunnya mencapai 600 ribu jiwa.

“Kita analogikan, BSD yang dibangun minimum 30 tahun hanya bisa menampung 600 ribu jiwa. Karena itu kebutuhannya, satu tahun minimum satu BSD harus dibangun. Jadi ke depan trennya akan jadi satu isu yang terus kuat,” jelas Dhony Rahajoe.

Tapi kalau berbicara soal pengembangan kota baru di Indonesia, ada baiknya juga menyimak pendapat Profesor Mohammad Danisworo, Ph.D. Pakar Perkotaan ITB yang mengangkat topik kota baru dalam disertasinya ini mencoba mengaitkan pengembangan kota baru dengan isu kemandirian sebuah kota yang juga menjadi persyaratan sebuah kota baru.

“Kota itu harusnya mempunyai kemampuan untuk mengekspor, sehingga mandiri. Kalau cuma punya sekolah dan punya shopping centre saja belum bisa disebut sebagai kota mandiri, dan umumnya kota-kota baru di Indonesia masih seperti itu,” papar Moh. Danisworo, Pakar Perkotaan ITB.

Dengan belum mandirinya suatu kota baru, memang akan membawa konsekwensi masih munculnya masalah perkotaan, diantaranya adalah kemacetan lalu lintas.

Kota-kota baru memang bermunculan di Indonesia. Namun sayang kota-kota baru tersebut lebih berkembang sebagai kota satelit bagi kota induk seperti Jakarta, dan belum menjadi kota yang benar-benar mandiri.

Sumber: realestat.wordpress.com

Universitas Multimedia Nusantara Bangun Kampus di Summarecon Serpong

Tuesday, April 28th, 2009

Sebagai kawasan hunian dan komersial paling dinamis di wilayah Serpong, Tangerang, Summarecon Serpong terus menggeliat dengan membangun proyek propertinya. Setelah sukses membangun beberapa fasilitas publik dan hunian residensial, pada 2 November 2007 kemarin, jajaran pimpinan dan manajemen PT Summarecon Agung Tbk., selaku pengembang kawasan bergengsi ini, melakukan ground breaking pembangunan Plasa Summarecon Serpong sebagai salah satu area komersial. Lalu pada 5 November 2007, pengembang ini menjalin kerjasama dengan Kompas Gramedia untuk membangun kompleks kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di Summarecon Serpong.

Pembangunan yang akan dimulai awal tahun 2008 ini dalam pelaksanaannya terdiri dalam 2 (dua) tahap. Tahap pertama adalah pembangunan gedung Plasa Summarecon Serpong dengan 8 (delapan) lantai. UMN akan menempati sedikitnya 3 (tiga) lantai sebagai kampus untuk digunakan pada tahun ajaran 2008/2009. Tahap kedua, adalah pembangunan kompleks kampus UMN di atas lahan seluas 8 hektar yang akan dilengkapi dengan sport center, food court, dormitory, perpustakaan, laboratoruim serta ruang kuliah yang modern dan nyaman.

Prof. Dr. Johanes Surya, selaku Rektor Universitas Multimedia Nusantara, membenarkan bahwa universitas yang memiliki visi sebagai universitas unggulan di tingkat nasional maupun internasional ini, memerlukan sebuah kompleks kampus yang lengkap, modern dan nyaman untuk mendukung lingkungan akademis yang dinamis, kreatif dan inovatif. Dan menurutnya, Summarecon Serpong adalah lokasi yang cocok dan strategis bagi pengembangan sebuah kompleks kampus yang diinginkan oleh Universitas Multimedia Nusantara.

Keputusan Universitas Multimedia Nusantara membangun kampus di Summarecon Serpong menurut Pendiri Universitas Multimedia Nusantara dan Presiden Komisaris Kompas Gramedia, Jakob Oetama, karena adanya kesamaan visi antara PT Summarecon Agung Tbk. dengan Kompas Gramedia. Yaitu sama-sama memiliki kepedulian tinggi terhadap masalah pendidikan.

Kesamaan visi antara kedua perusahaan ini juga dibenarkan oleh Komisaris Utama PT Summarecon Agung Tbk., Soetjipto Nagaria. Bahkan lebih jauh lagi, Soetjipto menyambut hangat dan memberi dukungan penuh terhadap pembangunan kampus Universitas Multimedia Nusantara di Summarecon Serpong.

Keberadaan Universitas Multimedia Nusantara ini, kian melengkapi fasilitas pendidikan di Summarecon Serpong yang sebelumnya sudah ada, seperti sekolah Stella Maris, Tarakanita, BPK Penabur dan Tunas Bangsa.

Sumber: realestat.wordpress.com

Bintaro Jaya Sebagai “The Professional’s City”

Tuesday, April 28th, 2009

Membicarakan kian maraknya pembangunan kota mandiri akhir-akhir ini, tidak dapat mengesampingkan keberadaan Bintaro Jaya. Sebagai pelopor kota mandiri, kawasan yang terletak di Selatan Jakarta ini, merupakan contoh sukses sebuah kawasan hunian dan komersial terpadu.

Keberhasilan pembangunan Bintaro ini memang tidak terlepas dari lokasinya yang strategis, yaitu dekat dengan pusat kota Jakarta, dengan lingkungan yang masih asri nan sejuk. Belum lagi keberadaan jalan Tol Bintaro-Pondok Indah, kian memudahkan mobilitas warganya. Image Bintaro sebagai perumahan elit pun sulit dielakkan. Ada faktor gengsi di sana, lebih-lebih bagi profesional muda. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan, lebih dari 70% warga Bintaro Jaya merupakan kaum professional dengan latar pendidikan SI atau diatasnya, sehingga Bintaro dikenal sebagai “The Professional’s City”, hunian pilihan bagi kaum intelektual dan professional Jakarta.

Sejauh ini, fasilitas-fasilitas yang ada, telah merepresentasikan sebagai sebuah kota yang mandiri. Berbagai fasilitas telah dimiliki Bintaro Jaya, fasilitas perbelanjaan Plaza Bintaro, fasilitas kesehatan kita memiliki Rumah Sakit Internasional Bintaro, untuk fasilitas pendidikan tersedia beberapa pilihan seperti Sekolah Internasional Global Jaya, Sekolah Pembangunan Jaya, Sekolah BPK Penabur, Japanese International School dan British International School. Untuk fasilitas transportasi kami memiliki trans Bintaro sebagai feeder Trans Jakarta, Trans Bandara, dan KRL Ekspress AC Bintaro – Sudirman. Dengan tersedianya fasilitas pendukung dan lingkungan fisik dan sosial yang telah dirancang dengan baik, Bintaro Jaya telah dapat memenuhi kebutuhan warganya akan sebuah hunian yang nyaman untuk ditinggali.

Kini diusianya yang hampir menginjak 3 dekade, Bintaro Jaya terus mengembangkan diri dengan membangun hunian baru yang modern dan prestisius. Salah satu hunian premium yang sedang dikembangkan adalah Kebayoran Residences. Sebuah konsep hunian yang mengedepankan aspek lingkungan yang memberi kenyamanan dan kesegaran bagi penghuninya.

Kebayoran Residences merupakan cluster terbaru yang mengedepankan aspek lingkungan yang asri dan hijau. Keistimewaan dari cluster ini adalah lokasinya strategis yang terletak bersebelahan dengan area CBD Bintaro Jaya, dimana di dalamnya terdapat berbagai fasilitas komersial & perbelanjaan serta kesehatan. Lokasi Kebayoran Residences terletak di jalan utama Boulevard Bintaro Jaya yang nantinya akan menghubungkan dua pintu tol yaitu pintu tol Pondok Indah-Bintaro dan rencana pintu tol JORR 2. Lokasi ini dapat dicapai dalam waktu hanya 3 menit dari pintu tol Pondok Indah-Bintaro merupakan faktor yang patut dipertimbangkan dari cluster ini. Selain faktor lokasi, keistimewaan dari Kebayoran Residences adalah adanya central park, area hijau seluas 2.8 ha yang berfungsi sebagai paru-paru kawasan dan area aktivitas outdoor warga yang dilengkapi dengan jogging track, area rekreasi dan area bermain anak. Juga adanya fasilitas club house sebagai ajang kebersamaan warga bersama keluarga, dengan fasilitas kolam renang, lapangan tenis, cafe, gym dan function room.

Kebayoran Residences dengan luas 58 hektar, terdiri atas 7 sub cluster. Sub Cluster pertama yang dikembangkan oleh PT Jaya Real Property adalah Kebayoran Height dengan luas 8.5 Ha yang terdiri dari 171 unit hunian. Kebayoran Height adalah kawasan yang di develop bagi mereka yang telah memiliki kehidupan mapan yang menginginkan lingkungan hijau dan asri. Terdapat 2 tipe rumah desain minimalis modern yang saat ini menjadi tren yang sedang berkembang dalam pasar properti. Kedua tipe tersebut adalah: Tipe Genia dengan LB/LT: 280/255 dan Tipe Idea dengan LB/LT: 206/204. Tersedia fasilitas e-living bagi penghuni rumah yaitu adanya saluran internet dan TV Kabel dalam setiap unit. Rumah ini juga menggunakan Sistem Split Level, yang membuat tata ruang dalam rumah terasa lebih dinamis dan terasa lebih luas. Saat ini produk Kebayoran Height sudah 80% laku terjual.

Sumber: realestat.wordpress.com

Kawasan Hunian & Kuliner

Tuesday, April 28th, 2009

Banyak pengembang yang menyediakan pusat-pusat kuliner dalam kawasannya. Namun sedikit diantara mereka memandang penting persoalan kuliner ini. Saking pentingnya, ada pengembang yang menjadikan kuliner sebagai daya tarik kawasannya. Promo kuliner yang mereka galakkan pun tidak terbilang kecil. Siapa saja pengembang tersebut? Apakah keberadaan pusat makanan ini turut mendongkrak penjualan properti mereka ? Mari kita simak liputan berikut ini…

Sandang, papan dan pangan adalah kebutuhan manusia yang tidak terpisahkan dan sama pentingnya. Karena itu sejumlah pengembang selalu menyertakan sandang dan pangan dalam konsep pembangunan properti, dalam hal ini pusat perbelanjaan dan kuliner. Tidak terkecuali dalam pengembangan kawasan hunian. Selama ini sudah jamak bila pengembang membangun mall, tetapi masih sedikit diantara mereka yang menaruh perhatian lebih pada persoalan kuliner. Adalah Summarecon Kelapa Gading, BSD City, Bintaro Jaya dan Lippo Karawaci yang jeli melihat kuliner sebagai satu kesatuan dalam mengembangkan sebuah kawasan hunian.

Summarecon Kelapa Gading misalnya, menurut Anwar Arifin Salim Executive Director Mal Kelapa Gading, sebagai realestat yang sudah berusia lebih dari 30 tahun ini punya perhatian lebih dalam memanjakan para petualang rasa dengan menjadikan kawasan ini sebagai “Kota Sejuta Makanan”.

Sedangkan Lippo Karawaci yang berdiri sekitar tahun 90-an, memang telah menyiapkan secara khusus pusat kuliner di tengah kawasan hunian dan komersial yang mereka kembangkan. Taman Sari di Lippo Karawaci misalnya, ia sengaja dicipta sebagai pusat beragam makanan dari berbagai nusantara. Selain Taman Sari, juga bisa ditemukan berbagai jenis masakan dari berbagai dunia di Benton Junction.

Tidak jauh dari Lippo Karawaci, tepatnya di BSD City juga tidak mau ketinggalan. BSD Junction dibangun sebagai tempat kuliner. Di sana hadir berbagai restoran dan aneka cita rasa. Mulai dari resto yang menghidangkan masakan oriental seperti Golden Pearl, Fisherman, Sapo Oriental, Hongkong Dimsum, masakan internasional seperti Platinum, Blue Mare, A&W, Rice Bowl, masakan Jepang seperti Yuraku, Tokyo Spot, masakan Indonesia seperti Waroeng Podjok, serta banyak lagi.

Masih di sekitar Tangerang, tepatnya di kota satelit Bintaro Jaya juga terdapat banyak pusat kuliner. Salah satunya yang cukup populer adalah Warung Tenda Sektor 9. Hampir tiap malam rame dikunjungi oleh warga Bintaro maupun masyarakat sekitar Bintaro. Menu makanan dijual di tenda-tenda lapangan parkir komplek rukan ini juga sangat beragam. Mulai dari nasi uduk pecel ayam/udang, bakwan malang, bubur ayam, bebek goreng, hingga sop kambing.

Kiat para pengembang untuk menarik minat masyarakat untuk menikmati menu-menu unggulan di kawasan yang mereka kembangkan sangat beragam. Namaun pada umumnya, para pengembang ini tidak mau tanggung-tanggung menyediakan space di lokasi-lokasi yang strategis sehingga mudah dijangkau. Di Summarecon Kelapa Gading misalnya. Ambience pusat kuliner di Jakarta Utara ini sudah mulai meruap manakala Anda menyusuri Boulevard Kelapa Gading. Anda bisa langsung memilih tempat makan mana yang sesuai dengan selera Anda. Belum lagi bila Anda memasuki Sentra Kelapa Gading dan Gading Batavia. Berbagai jenis sajian terdapat disini, mulai dari keanekaragaman kuliner nusantara hingga manca negara.

Strategi yang sama juga diterapkan oleh Sinar Mas Group selaku pengembang BSD City. Lokasi BSD Juction juga sangat strategis dan mudah dikenal begitu seseorang memasuki kawasan BSD City. Karena makanan merupakan kebutuhan mendasar dari manusia, Lippo Karawaci juga menempatkan Taman Sari dan Benton Juction dalam posisi yang strategis. Yaitu berdekatan dengan Menara Matahari, Menara Asia, serta Kampus Universitas Pelita Harapan. Sajian makanan yang disediakan pun, menurut Norita, bisa dipertanggungjawabkan.

Kesuksesan sebuah pengembang dalam membangun kawasan hunian, biasanya diukur dari berapa banyak unit hunian mereka yang terjual. Namun tolak ukur itu saja rasanya kurang cukup. Sebuah kawasan dikatakan “hidup” bilamana ia punya daya tarik lain sehingga orang yang tidak tinggal di kawasan tersebut perlu hadir dan menikmati apa yang tersedia di sana.

Sumber: realestat.wordpress.com

Jakarta Garden City, Hunian Kota dengan Standar Internasional

Tuesday, April 28th, 2009

Pemirsa, keberadaan kota pemukiman (residential township) di Jakarta sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi. Hal ini rupanya menarik minat pengembang terkemuka asal Singapura, yaitu Keppel Land Ltd. dengan menggandeng pengembang PT. Modernland Realty,Tbk, mereka membangun Jakarta Garden City sebagai township dengan standar internasional. Konsep apa yang bisa dikembangkan dalam township tersebut ? Dan benarkah kawasan kota ini bisa menjadi barometer township lain di Indonesia ?

Jakarta Garden CityPertumbuhan sektor properti di Indonesia beberapa tahun terakhir ini ternyata menarik minat investor asing untuk berkecimpung dalam industri ini. Adalah Keppel Land Ltd. pengembang asal Singapura yang berinisiatif mengembangkan sebuah kawasan kota mandiri (township) di daerah Cakung, Jakarta Timur. Melalui anak perusahaannya, yaitu PT Mitra Sindo Sukses, yang merupakan kerjasama dengan pengembang nasional PT. Modernland Realty,Tbk., membangun proyek township yang modern dan terpadu untuk tempat tinggal, bisnis, serta rekreasi dengan nama Jakarta Garden City.

Jakarta Garden City dibangun di atas lahan seluas 270 hektar yang lokasinya hanya sekitar 6 kilometer dari kawasan hunian mandiri Kelapa Gading. Selain terhubung dengan jalan tol lingkar luar, Jakarta Garden City secara geografis memiliki akses yang mudah ke berbagai lokasi penting di Jakarta, seperti kawasan bisnis utama atau CBD. Pilihan pengembang dengan kawasan Cakung, karena wilayah ini dinilai sebagai lokasi yang sangat strategis. Akses yang mudah ke berbagai lokasi penting dan kawasan industri di Jakarta dan sekitarnya, membuat banyak investor tertarik masuk ke wilayah tersebut.

Pembangunan Jakarta Garden City akan dilakukan dalam beberapa tahap dalam jangka waktu lebih dari 10 tahun. Kawasan perumahan township yang terintegrasi ini dibangun dengan konsep yang mengandalkan kualitas produk yang superior dan dengan konsep manajemen estate bergaya Singapura. Banyaknya lahan hijau akan menciptakan lingkungan asri dengan rerimbunan pohon yang akan melindungi kawasan Jakarta Garden City.

Pembangunan kawasan kota terpadu Jakarta Garden City ini mendapat sambutan baik dari broker properti kenamaan, Coldwell Banker Gading Properti . Sekalipun belum resmi dilaunching, kawasan hunian dengan standar internasional ini langsung diminati oleh masyarakat. Dalam rangkaian acara Chinese New Year belum lama ini, Coldwell Banker Gading Properti yang menjadi salah satu agen pemasaran ekslusive Jakata Garden City ini, telah berhasil membukukan penjualan hunian untuk proyek pembangunan tahap pertama.

Pembangunan rumah itu rencananya akan dimulai awal tahun 2008 dan ditargetkan selesai akhir 2009. Pada tahun ini sedang dikerjakan pembangunan infrastruktur Jakarta Garden City.

Green ala Margo City

Monday, April 27th, 2009

Tantangan pembangunan pusat perbelanjaan sebagai bagian dari proyek green property memang tidak mudah. Selain adanya keterbatasan lahan, hampir sebagain besar lahannya biasanya habis dipergunakan untuk pembangunan fisik pusat perbelanjaan itu sendiri. Namun hal ini tidak menjadi hampabat bagi Grup Djarum dalam mengembangkan properti komersial Margo City.

Penghijauan yang menjadi fondasi utama green property mudah ditemukan di pusat perbelanjaan yang berlokasi di Jalan Margonda Raya, Depok ini. Selain itu, pengembang juga menempuh langkah-langkah penting dalam upaya menjaga kelestarian lingkungannya.

Selain sebagai areal komersial pusat perbelanjaan, pengembang juga menyediakan arena untuk kegiatan di ruang terbuka, seperti sarana olahraga. Mulai dari futsal, basket 3 on 3, wall climbing, cycling, skateboard, jogging track hingga playground area. Bulan September, fasillitas ini sudah bisa dimanfaatkan.

Perusahaan pengembang milik pengusaha Bambang Hartono ini membangun Margo City diatas tanah seluas 67.000 meter persegi setelah melakukan survei selama tiga tahun. Intinya, daya beli warga Depok relatif tinggi. 90 persen dari 1,3 juta penduduk Depok berpenghasilan tetap. 71 persen kaum profesional dan 29 persen pemilik usaha.

Survei itu menyebutkan sebanyak 29 persen mengeluarkan uang lebih dari Rp 5 juta per bulan, 24 persen mengeluarkan Rp 2,3 juta sampai Rp 3 juta/bulan. Berangkat dari survei inilah, Grup Djarum berani membangun mal berkelas di Depok, dengan penyewa berkelas pula.

Sumber: realestat.wordpress.com

Pejaten Resort

Monday, April 27th, 2009

Menemukan sebuah resort yang akrab dengan suasana lingkungan yang hijau di tengah kota seperti Jakarta, kini sulit ditemukan. Namun bukan berarti tidak ada sama sekali. Dibilangan Jakarta Selatan yang memang alamnya lebih hijau dibanding wilayah Jakarta lainnya, masih terdapat sebuah resort yang menyajikan suasana hijau tropikal yang layak untuk keluarga. Resort dengan konsep townhouse itu bernama Pejaten Resort.

Pejaten Resort rupanya tidak sebatas menjaga keasrian hijau lingkungan yang mereka miliki, namun lebih dari itu mereka menjadikan resort ini sebagai tempat konservasi berbagai jenis tanaman yang ada dan tumbuh di Pulau Jawa. Karena itu bisa dipahami bila kemudian di sini bisa terdapat pepohonan yang jumlahnya tidak kurang dari 10 ribu tanaman.

Sebagai resort yang disewakan untuk umum, townhouse yang terletak di Jl. Pejaten Barat Indah II Kav. 100, Jakarta Selatan ini banyak menyisakan lahanya untuk ruang hijau terbuka. Lalu sebagian kecil lahannya mereka pergunakan sebagai hunian dengan konsep arsitektur tropis.

Untuk menjaga keseimbangan alam di lingkungan resort, pengelola menangani sampah dengan cukup bijak. Sampah yang termasuk organik seperti dedaunan atau ranting pohon, mereka daur ulang menjadi pupuk kompos yang hasilnya dimanfaatkan lagi untuk menyuburkan lahan dan tanaman di Pejaten Resort ini. Kelestarian lingkungan yang terjaga dengan apik ini tidak saja menyenangkan warga disekitar, tetapi juga para penyewa Pejaten Resort.

Sumber: realestat.wordpress.com

Apartemen Pondok Indah Golf

Monday, April 27th, 2009

Nuansa hijau di tengah kota Jakarta juga dapat ditemukan di Apartemen Pondok Indah Golf. Sesuai dengan namanya, lokasi hunian bertingkat kelas premium ini berada di kawasan Pondok Indah yang berdekatan dengan Padang Golf Pondok Indah. Bila melihat lokasinya, jelas sekali bila pengelola ingin menjual view golf course yang hijau dan selalu fresh.

Dengan luas lahan sekitar 30 ribu meter persegi, Apartemen Pondok Indah Golf terdiri dari dua buah tower dengan total unit sebanyak 214 unit apartemen, dan fasilitas penunjang yang lengkap.

Sebagai apartemen yang memperhatikan aspek lingkungan, pengelola menerapkan prinsip hijau dalam setiap langkahnya. Hal ini bisa dilihat dari komposisi lahan yang lebih banyak menyediakan ruang terbuka sebanyak 65%, dan sisanya 35% untuk bangunan apartemen, banyaknya pohon yang ditanam di areal ini, serta pemanfaatan teknologi ramah lingkungan bio pori.

Adapun dalam rangka menyukseskan program go green, pengembang berhasil mengajak serta warga Apartemen Pondok Indah Golf, seperti memisahkan limbah rumah tangga. Kemudian oleh warga limbah berupa plastik dapat didaur ulang untuk dijadikan sesuatu yang bermanfaat.

Sumber: realestat.wordpress.com

Rumah Hijau di Summarecon Serpong & Bogor Park Residence

Saturday, April 18th, 2009

Seiring dengan menggemanya wacana pemanasan global, konsep Green Realestat sudah menjadi keniscayaan bagi penggembang yang ingin tetap survive di kancah industri properti. Apalagi kesadaran masyarakat akan hunian yang ramah lingkungan terus meningkat. Bagaimana para pengembang menyikapi hal ini ?

Kehadiran hunian yang berwawasan lingkungan saat ini sudah merupakan kebutuhan dan tuntutan pasar, terutama bagi mereka dari golongan kelas sosial menengah – keatas. Kesadaran lapisan masyarakat ini akan perumahan jenis ini bisa dipahami, sebab disamping penghasilan atau kekayaan mereka memadahi, biasanya juga ditunjang dengan pengetahuan akan pentingnya sebuah rumah dan kawasan yang ramah terhadap lingkungan.

Tuntutan dan kebutuhan masyarakat ini direspon dengan baik oleh sejumlah pengembang yang mempunyai visi pembangunan berkelanjutan pada proyek-proyek perumahan yang mereka kembangkan. Diantara banyak pengembang, ada dua komplek perumahan yang menarik untuk dilihat, yaitu Summarecon Serpong dan Bogor Park Residence.

Sesuai dengan taq line-nya “Better Living, Better Future”, Summarecon Serpong konsisten pada jalur pengembang perumahan dengan konsep pro lingkungan Pondok Hijau Golf merupakan satu kawasan perumahan yang menerapkan site plan green realestate.

Komitmen yang sama pada lingkungan juga menjadi motivasi perumahan Bogor Park Residence. Dengan anugerah alam wilayah Bogor yang mempesona, pengembang ingin mempertahankan kelestarian alam yang ada dengan manusia sebagai pelestarinya. Untuk mendekatkan dengan alam, fasilitas yang mereka bangun lebih condong berkonsep outdoor.

Menempati lokasi yang strategis, yaitu berada di ruas jalan Raya Serpong, Summarecon Serpong, juga melihat pentingnya pengolahan limbah rumah tangga sebagai solusi dalam menjaga keseimbangan alam disekitarnya. Disamping melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, pengembang juga memperhatikan proses daur ulang sampah yang hasilnya dapat dimanfaatkan bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

Untuk menjaga kesegaran alami lingkungannya, Bogor Park Residence berusaha menjaga keseimbangan alam dengan memperhatikan komposisi luas areal untuk bangunan seluas 50%, dan separohnya lagi untuk ruang hijau terbuka.

Konsep hunian eco friendly yang ada selama ini hanya dikesankan sebatas penanaman sejumlah pohon semata agar tampak rindang. Namun sesungguhnya tidak demikian. Pengembang juga perlu mengupayakan terobosan-terobosan besar dalam mensiasati penggunaan energi yang berlebihan.

Prinsip-prinsip yang memerhatikan lingkungan sebenarnya sudah tidak lagi bertentangan dengan prinsip-prinsip bisnis normal. Jadi sustainable bukan lagi menjadi beban dalam kegiatan usaha, tetapi sudah menjadi salah satu unsur yang menyumbangkan laba.

Konsep Hunian Berlandaskan Syariah

Saturday, April 18th, 2009

Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia termasuk negara yang sangat sedikit menyerap budaya dan tradisi Islam dalam konsep sebuah kawasan hunian. Apa yang melatar belakangi hal ini ? Dan bagaimana sesungguhnya kawasan hunian yang dibangun berlandaskan sistem syariah ?

Kehidupan modern, kesibukan, dan rutinitas sering kali membuat orang abai dan lalai pada nilai-nilai agama. Padahal nilai-nilai agama menjadi penting, karena ia bukan saja sebagai pegangan hidup, tetapi manusia pada hakekatnya tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai spiritual. Karena itu tidaklah mengherankan apabila sekarang mudah dijumpai kecenderungan masyarakat modern ingin kembali pada kehidupan agamais yang sebelumnya dikesampingkan. Salah satu cara untuk mengembalikan dan menghadirkan kembali hal itu bisa dilakukan lewat komunitas di kawasan hunian.

Konsep lingkungan tempat tinggal yang Islami atau berlandaskan syariah Islam adalah jawabannya. Dalam industri kawasan hunian, perumahan yang mengedepankan nilai-nilai religi semula dipandang sebelah mata, karena tidak semua developer perumahan jeli melihat peluang ini. Namun apabila dilihat dalam perspektif bisnis dan pasar, dengan jumlah penduduk umat muslim terbesar di dunia, pengembangan hunian berlandaskan syariah Islam punya potensi yang luar biasa besar.

Dan memang benar, konsep hunian bernuansa Islami tumbuh dan berkembang pesat. Dibilang ini sebagai tren baru di industri realestat, ternyata tidak juga. Fenomena penggunaan label syariah Islam untuk properti sudah ada sejak tahun 1995. Antara lain Griya Islami (yang kini bernama Griya Citra Permai) dan Villa Ilhami di Tangerang, Telaga Sakinah di kota Bekasi. Berikutnya, muncul Bukit Sakinah, Perumahan Muslim Ar-Royan – Depok, Puri Insani, Cimanggis Green Residence, The Orchid serta masih banyak lagi.

Konsep lingkungan tempat tinggal yang Islami sesungguhnya tidaklah sulit. Secara sederhana, konsep perumahan berlandaskan syariah Islam merupakan sebuah hunian yang didesain secara Islami, baik arsitekturnya maupun lingkungan kehidupannya. Di dalamnya terdapat simbol-simbol keislaman sekaligus tata pergaulan dan kehidupan yang Islami. Hal ini yang tengah dikembangkan oleh perumahan Cimanggis Green Residence.

Selain Cimanggis Green Residence yang dikembangkan oleh Relife Green Development, The Orchid Realty punya pandangan senada. Dimana lingkungan perumahan yang baik punya peranan penting dan biasanya menjadi pertimbangan konsumen sebelum memutuskan membeli rumah.

Selain konsep, aspek lain yang perlu diperhatikan dan membedakan sebuah hunian berfondasi syariah Islam dengan perumahan konvensional pada umumnya, adalah manajemen dan struktur perusahaan yang melibatkan dewan pengawas dan penasihat syariah. Juga yang tidak kalah penting, adanya budaya yang senantiasa menterjemahkan nilai-nilai Islam dalam tata kelola perusahaan pengembang.

Sumber: realestat.wordpress.com