Beli Hunian, Pilih Tunai atau Kredit ?

Biasanya setelah kita menjatuhkan pilihan untuk membeli rumah atau apartment, pertanyaan selanjutnya adalah, akan kita beli dengan pola tunai atau kredit. Pertanyaan ini wajar terlontar karena keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nah pada kesempatan kali ini akan mengupas mana diantara kedua pilihan tersebut yang sesuai dengan kemauan dan kemampuan kita, atau ada pilihan lain yang lebih menarik?

KPR/KPA Lebih Diminati Konsumen
Pertumbuhan industri properti Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini merupakan dampak dari mulai pulihnya perekonomian nasional secara makro. Meningkatnya pendapatan masyarakat dengan didukung tingkat suku bunga perbankan yang kompetitif, terus meningkatkan supply dan demand produk properti. Agar produk ini terserap oleh pasar, pengembang bekerjasama dengan perbankan berlomba-lomba memberi kemudahan kepada masyarakat berupa fasilitas pembelian rumah maupun apartment.

Pada dasarnya pembelian rumah bisa dilakukan dengan dua macam cara: yaitu tunai keras maupun kredit. Sesorang bisa membeli rumah secara tunai keras bila mereka memiliki uang yang nilainya sama dengan harga rumah yang mereka inginkan. Biasanya, pembelian rumah atau apartment secara tunai, menurut Lucky Cahyadi, Marketing Manager Sahid Sudirman Residence dan Perencana Keuangan Safir Senduk, biasanya mereka punya uang senilai harga rumah yang diinginkan dan tidak mau pusing dengan cicilan bulanan.

Masalahnya, kebanyakan keluarga yang tingkat ekonominya menengah ke bawah seringkali tidak memiliki uang tunai sebanyak harga rumah yang mereka idamkan. Adakalanya jumlah uang tunai yang mereka miliki mungkin hanya 60%-nya, 40%-nya, atau bahkan mungkin cuma 30%-nya. Lantas bagaimana solusinya? Solusinya adalah dengan membeli rumah atau apartment tersebut secara kredit. Sistem kredit yang lazim dikenal dengan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Kepemilikan Apartment (KPA), sampai saat ini masih diminati oleh sebagian besar masyarakat. Menurut Deden, Puri Botanical Residence, selain ringan pembayarannya, rendahnya tingkat suku bunga cicilan KPR yang berlaku dipasar juga mendorong terserapnya produk properti.

Yang menarik, pilihan sebagian besar masyarakat akan pola pembayaran KPR, bukan berarti mereka tidak memiliki sejumlah uang tunai untuk membeli rumah. Banyak juga konsumen yang sejatinya mampu membeli rumah secara tunai keras, tetapi lebih memilih beli rumah dengan memanfaatkan fasilitas KPR yang disediakan oleh perbankan. Prilaku konsumen demikian dirasakan oleh Executive Director Summarecon Serpong, Sharif Benyamin.

Diluar pola pembelian rumah atau apartment dengan sistem kredit dan tunai, rupanya untuk menarik minat pembeli, baik pihak pengembang maupun perbankan telah membuat terobosan baru, yaitu sistem pembayaran tunai bertahap. Pola pembayaran ini lahir untuk menjembatani model pembelian yang sudah ada, yaitu tunai keras dan kredit. Apakah sistem pembayaran ini sesuai dengan pilihan Anda ?

SUMBER: realestat.wordpress.com