| Mengubah Wajah Bekasi |
|
Mengubah citra yang telah lama tertanam bukanlah pekerjaan mudah. Namun, bukan berarti tidak mungkin. Hanya saja, dibutuhkan upaya dan kesungguhan, sehingga apa yang dicita-citakan terwujud. Ambil contoh kawasan Bekasi. Koridor Bekasi-Cikampek merupakan wilayah yang dipenuhi kawasan industri. Sebut saja, diantaranya, Kawasan Industri Jababeka, EJIP (East Jakarta Industrial Park), MM2100, Delta Silicon Industrial Park, Hyundai Industrial Park, dan BIIE (Bekasi International Industrial Estate). Selain itu, masih terdapat sejumlah kawasan industri lainnya yang lebih kecil. Di satu sisi, hal itu tentu menguntungkan bagi pengembang perumahan - karena berarti kebutuhan perumahan untuk para pekerja sangat besar. Namun, di sisi lain, Bekasi pun menjadi identik dengan tempat tinggalnya kaum pekerja atau "kerah biru" (blue collar). Menjadi sangat kentara, ketika seseorang menjawab bahwa ia tinggal di Bekasi, orang yang bertanya pasti langsung membayangkan kawasan yang hiruk-pikuk dengan sliweran truk dan kendaraan besar. Belum lagi, lingkungannya pasti gersang, panas, dan sangat tidak bersahabat. Rasa-rasanya, kalau tidak benar-benar terpaksa, tidak ada yang mau menetap di sana. Pengembang yang ingin mengubah citra tersebut jelas memiliki 'pekerjaan rumah' yang tidak gampang. Tengoklah apa yang dilakukan pengembang perumahan Grand Wisata. Sejak memulai kiprahnya tahun 2005, banyak hal yang telah dilakukan pengembang ini. Menempati kawasan seluas 1.100 ha, Grand Wisata beruntung memiliki lahan yang terdiri dari kontur alam beragam, termasuk hutan, danau, dan sungai alami. Pengembang merencanakan pengembangan kawasan dalam distrik-distrik tematik. Ada 10 distrik yang direncanakan, masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Distrik I, misalnya. Di sini terdaspat gerbang Rotunda yang megah. Selain itu terdapat celebration plaza, celebrity walk of star, serta cafe walk dan fashion walk, yaitu kawasan meeting point di tempat terbuka. Dilihat dari nama dan nuansa yang hendak dibangun, kawasan ini mengedepankan festive atau perayaan. Kita pengembang menarik pembeli cukup sederhana, namun mengena, yaitu dengan membangun infrastruktur yang kuat, mulai dari jalan yang lebar-lebar hingga kanal dan pengaturan saluran untuk menghindari banjir. Sukses dengan distrik awal, kini Grand Wisata menuju pembangunan distrik-distrik berikutnya. Tersebutlah nama-nama seperti Garden Valley, Forest Garden, Crescent Lake, atau Riverside. Dari namanya, orang dapat menduga bahwa lokasi-lokasi tersebut mengedepankan unsur alam dengan memanfaatkan kontur alam yang bervariasi dengan suasana yang teduh dan nyaman - kontras dengan hingar-bingar suasana Distrik I. Selain mengoptimalkan bentang alam yang sudah tersedia, pengembang juga mencipatakan suasana nyaman dengan melakukan penghijauan dan membangun ROW jalan yang lebar-lebar. "Napas Panjang" Kita pengembang menarik pembeli cukup sederhana, namun mengena, yaitu dengan membangun infrastruktur yang kuat, mulai dari jalan yang lebar-lebar hingga kanal dan pengaturan saluran untuk menghindari banjir. Bahkan, akses yang lebar dan nyaman tersebut bukan hanya dinikmati penghuni Harapan Indah, tetapi juga penghuni sekurangnya 17 proyek perumahan yang lokasinya "di sebelah dalam". Setelah semuanya mulai menampakkan wujud, pengembang Harapan Indah pun merasa mantap untuk meresmikan pintu masuk yang sekaligus juga menandai kesuksesan pengembang mengubah kawasan tersebut. Ke depan, pengembang masih terus merencanakan berbagai pembangunan, termasuk kawasan bisnis dan komersial. SUMBER: KOMPAS |