Jakarta Real Estate Portal

header



Kapan Beli Secara Tunai atau Kredit ? Print E-mail

Pembelian rumah atau apartment dengan sistem tunai keras pada satu sisi memang menguntungkan konsumen, karena mereka sudah tidak lagi memikirkan angsuran setiap bulan, dan harganya bisa lebih murah dari pada sistem kredit. Tetapi bagi yang tidak mempunyai sejumlah uang tunai untuk membeli rumah atau properti, pembelian dengan sistem kredit juga tidak menjadi soal, karena Anda tidak harus mempunyai uang dalam jumlah besar terlebih dahulu untuk bisa membeli rumah. Tetapi bagaimana dengan sistem pembayaran tunai bertahap ? Apakah ini bisa menjadi solusi Anda ?

Percepatan laju industri properti di tanah air akhir-akhir ini memang tidak lagi terelakkan. Agar produk properti ini mudah dan cepat terserap oleh pasar, maka sejumlah strategi inovatif terus dikembangkan baik oleh pengembang yang bekerjasama dengan perbankan. Selain terdapat dua sistem pembayaran, yaitu dengan cara tunai keras dan kredit, dalam perkembangannya, kedua sistem ini terus dimodifikasi hingga memudahkan masyarakat dalam memperoleh rumah atau apartment yang mereka idamkan.

Sistem pembayaran tunai keras menurut Lucky Cahyadi, Marketing Manager Sahid Sudirman Residence, konsumen biasanya membayar booking fee pembelian apartment sebesar Rp 15 juta, dan sisanya dibayar tunai dalam jangka waktu 1 bulan. Tetapi sistem ini kemudian dipermudah dengan cara tunai bertahap, dimana calon pembeli membayar booking fee sebesar Rp 15 juta, kemudian membayar uang muka (DP) sebesar 30% dari nilai rumah/apartment, dan yang 70% sisanya diangsur 20 hingga 60 bulan.

Dengan sistem pembayaran tunai keras maupun tunai bertahap dari sisi pengembang diakui oleh Lucky Cahyadi maupun Deden, Puri Botanical Residence, lebih menguntungkan.

Namun dalam pandangan Sharif Benyamin, Executive Director Summarecon Serpong, apapun cara pembayarannya, bagi pengembang sama saja. Yang penting semua pola pembayaran ini dapat mengakomodir kebutuhan dan kenyamanan konsumen.

Sementara, dalam pengamatan Safir Senduk, bagi pengembang semua pola pembayaran sama-sama menguntungkan, karena resiko ada pada perbankan. Hanya saja, menurut Safir, banyaknya pola pembayaran pembelian rumah atau apartment telah memberi pilihan dan keleluasaan kepada konsumen.

Demikian macam-macam sistem pembayaran dalam pembelian produk properti. Sistem pembayaran kredit, tunai keras, maupun tunai bertahap rupanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tetapi mana dianatara tiga pola ini yang lebih baik ? Semuanya dikembalikan lagi pada kebutuhan dan kemampuan Anda para calon konsumen.

SUMBER: realestat.wordpress.com
 
Next >
Custom Search

Enquiries

For any enquiries, please contact
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

Insurance

Learn more about insurance, click here.

Wap Page

Portal ini juga bisa diakses via HP Anda melalui WAP browser
di http://wap.e-realestat.com

Free Link Exchange

Resource - Link Exchange
Jakarta Real Estate Portal