| Munculnya ikon-ikon baru Bekasi |
|
|
|
Menyimak kondisi dua hingga tiga dekade silam, Bekasi bukanlah kawasan idaman untuk berhuni. Namun, keadaannya sekarang sudah berubah. Banyak kawasan sudah bertumbuh, fasilitas pun bertambah, dan akses baru dibuka. Bekasi pun tampil lebih menawan dan menarik hati bagi mereka yang mencari tempat berhuni. Konon, dibandingkan kawasan penyangga ibukota lainnya, Bekasi merupakan tempat bagi kalangan kerah biru (blue collar) dan para pegawai. Dibandingkan dengan kawasan barat (Tangerang) - tempat bermukimnya sejumlah kawasan perumahan "raksasa" dengan luasan ribuan hektar - Bekasi memang sangat berbeda. Di sini kebanyakan kawasan perumahan "kecil" dengan luasan maksimal ratusah hektar. Beberapa kawasan di Bekasi yang cukup besar, di antaranya Kota Jababeka, Lippo Cikarang, Grand Wisata, Kota Deltamas, dan Harapan Indah. Kota Jababeka, misalnya, boleh dikatakan sebagai "megaproyek" dengan luasan lebih dari 5.500 ha. Selain berisi kawasan industri yang dihuni lebih dari 1.000 perusahaan nasional dan multinasional, di "kota mandiri" ini juga terdapat fasilitas pendidikan bertaraf internasional, yaitu SMA Presiden dan President University. Ikon-ikon baru Perumahan Grand Wisata sendiri benar-benar mengubah wajah Bekasi yang sering diidentikkan sebagai kawasan yang panas dan gersang, karena banyaknya industri. Berdiri di atas lahan seluas 1.100 ha, Grand Wisata meliputi kawasan yang terdiri dari kontur alam beragam, termasuk hutan, danau dan sungai alami. Menilik kondisi lokasi, tidak berlebihan jika pengembang mengusung moto "The Natural Gateway to Excitement". Selain menawarkan lingkungan yang hijau-alami, Grand Wisata benar-benar konsisten dengan konsep "excitement". Hal itu segera terasa begitu memasuki gerbang utama. Nuansa kemegahan langsung menyapa dengan hadirnya jembatan cable-stayed. Setelah itu, pengunjung akan disambut gerbang Rotunda yang megah. Pengembang membagi kawasan menjadi 10 distrik. Di Distrik I terdapat celebration plaza, pelataran seluas 1,4 ha yang dapat digunakan untuk acara di udara terbuka. Di sekelilingnya terdapat celebrity walk of star, semacam walk of fame artis-artis Indonesia. Dewasa ini celebration plaza telah selesai dibangun dan sedang dalam pembangunan club house yang diharapkan selesai pada semester pertama tahun 2009. Pengembang juga sedang menyelesaikan pembangunan pasar modern - mengingat dewasa ini sudah ada sekitar 700 KK yang menghuni Grand Wisata. Sementara itu, di kawasan lain yang menunjukan perkembangan pesat adalah perumahan Harapan Indah. Dalam beberapa tahun terakhir, pengembang tampak "tancap gas" dengan melakukan pembangunan fisik secara besar-besaran di kawasan seluas lebih kurang 1.800 ha. Yang paling kentara adalah pembangunan jalan akses masuk ke Harapan Indah selebar 70 m. Di bulevar yang begitu lebar tersebut, hadir satu lagi ikon yang akan menandai kawasan Bekasi, yaitu buah karya perupa Nyoman Nuarta. Dewasa ini, patung tersebut telah berdiri dengan megah dan siap untuk diresmikan. Patung berupa tiga sosok wanita tersebut begitu mencolok ketika Anda memasuki kompleks Harapan Indah. Tinggi patung 15 m, ditambah kaki atau podiumnya sekitar lima meter, jadi total keseluruhan sekitar 20 m. Nantinya akan ada unsur air yang akan membuat patung tersebut menjadi lebih istimewa. Berlokasi hanya sekitar 9 km dari Kelapa Gading, Jakarta Timur, Harapan Indah menjadi pilihan hunian berikutnya di sebelah timur Jakarta. Perumahan ini tercatat memiliki fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari rumah sakit, pasar modern, sport club, sekolah, dan fasilitas pendukung lainnya. Berbagai fasilitas itu tak hanya menguntungkan penghuni, tetapi juga "mengangkat" kawasan di sekitarnya dan citra Bekasi secara keseluruhan. Becakayu Nah, mereka yang tinggal atau berencana untuk tinggal di Bekasi kini bersiap-siap untuk menanti kehadiran akses tol baru. Menurut rencana, tahun 2010 mendatang akan dibuka jalan tol baru Becakayu (Bekasi - Cawang - Kampung Melayu) yang pembangunannya sempat tertunda saat krisis moneter satu dekade silam. Dipastikan, kawasan-kawasan yang berdekatan dengan jalan tol tersebut akan kian melambung harganya. Pembangunan tol sepanjang 12 km diharapkan dapat mengurangi kemacetan di jalan KH Noer Alie atau lebih dikenal sebagai Jalan Kalimalang - yang merupakan salah satu jalur penting yang menghubungkan Bekasi dengan Jakarta. Seperti diketahui, selama ini ada sejumlah titik-titik rawan kemacetan di sepanjang jalan tersebut, terutama pada jam-jam sibuk di pagi dan sore hari. Pembangunan jalan tol Becakayu - yang sempat tertunda selama 10 tahun akibat terpaan krisis moneter - direncanakan selesai tahun 2010. Jalan tol yang menggunakan konstruksi jalan layang tersebut nantinya akan memiliki tiga jalur, dengan lebar masing-masing 3,5 m. Beberapa yang nantinya menjadi lokasi gerbang tol, antara lain, Pedati, Prumpung, Cipinang, Jatiwaringin, Pondok Kelapa, Jl Hasibuan, Jl Ahmad Yani, Jl Perjuangan, dan Duren Jaya. Beberapa perumahan di sekitar lokasi pintu gerbang kini mengambil "ancang-ancang" menjadikan rencana tersebut sebagai "bahan jualan". Dan, memang, perumahan yang lokasinya dekat dengan rencana jalan tol tersebut kini menjadi incaran bagi para pencari hunian. SUMBER: KOMPAS |
| < Prev | Next > |
|---|
| Apartment |
| Mansion / Housing |
| Kiosk |
| Real Estate Articles |
| Jakarta Apartments List |
| Jakarta Mansions List |
| Bodetabek RealEstate List |
| Bali Villa List |
| Condominium |
| Energy Save |
| Furniture |
| Industrial Estate |
| Investment |
| Landed House |
| Mortgage |
| Resort |